Beranda Berita Utama Axel Telanjur Babak Belur

Axel Telanjur Babak Belur

BABAK BELUR: Jeremy Thomas melaporkan penganiayaan yang dialami oleh anaknya, Axel Matthew Putra ke divisi Propam, Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7).

JAKARTA–Kasus penganiayaan yang menimpa anak Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas berbuntut panjang. Usai mengalami penganiayaan dan penyekapan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum polisi di sebuah hotel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7), Axel harus mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit.

Istri Jeremy, Ina Thomas, menuturkan bahwa kondisi anaknya saat ini masih sangat lemah. Axel pun harus menjalani serangkaian tes untuk pengobatan selanjutnya “Saat ini Matthew masih dirawat di rumah sakit karena ada pembengkakan di kepala. Sebelumnya dia kan juga punya masalah dengan tangannya yang cedera karena fitness. Jadi, tendonnya itu luka dan itu masih dalam perawatan dan saat dia disekap itu, polisi pakai borgol hasil pinjam dari satpam Hotel Kristal,” ungkap Ina kepada pewarta.

Dengan kondisi tangan yang sedang cedera dan diborgol membuat tangan Axel pun mengalami cedera. Apalagi, lanjut Ina, ditambah dengan Matthew yang terus dipukuli selama 4 jam. Peristiwa itu meninggalkan luka fisik dan trauma pada mental Axel.

universitas pakuan unpak

“Apalagi pas anak saya ditanya pakai narkoba apa enggak, kepalanya ditodong pistol. Anak saya sudah bantah bahkan menantang mereka untuk tes urine. Pas udah enggak kebukti baru dilepasin. Kan kurang ajar, kenapa harus dibuat babak belur dulu,” lanjut Ina dengan nada geram.

Setelah menjalani visum untuk kebutuhan laporan polisi, pria berusia 19 tahun ini juga diminta pihak rumah sakit untuk menjalani rontgen “Semalam sih sudah X-Ray. Tapi untuk tindakan selanjutnya, masih menunggu dokter spesialis saraf untuk visit. Jadi, saya belum tahu tindakan apa yang akan dilakukan hari ini. Dia juga masih istirahat. Nanti kelihatan apakah hasil pemeriksaan ada pendarahan atau tidak. Karena kalau secara fisik kan bisa kelihatan tapi dalam kan enggak ketahuan. Apakah livernya juga kena atau tidak,” ungkapnya.

Selain mengalami luka fisik, Ina pun mengaku, kondisi Axel yang mengalami trauma luar biasa akibat kasus penganiayaan tersebut. Tak jarang, selama di rumah sakit, Ina melihat anaknya suka berdiam diri dengan tatapan kosong.

“Saya tanya ‘kenapa Matt kok tatapannya kosong?’ anaknya memang shock banget. Terus dia bilang kalau baru ingat apa saja yang sudah dilakukan mereka (oknum polisi) ke dia. Bahkan dia bilang ‘Kenapa sih ma, dari sekian ribu anak harus aku yang diginiin. Matthew salah apa? Matthew pas dipukul sampai enggak nangis karena Matthew tahu Matthew enggak salah. Mama kan tahu Matthew anaknya cengeng kalau lagi bohong.’ Itu anak saya sampai bertahan karena enggak salah,” beber Ina.

Sementara itu, polisi mengatakan, penangkapan terhadap Axel Matthew Thomas, terkait dengan pembelian narkoba jenis Happy Five. Polisi juga telah mengantongi bukti transfer dari pembelian Happy Five itu.

“Anak Jeremy Thomas tadi sudah mengirimkan transfer duit Rp1,5 juta untuk biaya pembelian Happy Five pada tersangka saat tersangka sedang di Malaysia itu. Bukti transfer ada, sudah kami dapatkan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (17/7).

Polisi mengetahui informasi tersebut setelah mengamankan dua orang tersangka JV dan DRW. Mereka ditangkap saat berada di bandara setelah polisi mendapatkan kabar dari petugas Bea Cukai. “Jadi begini, Jumat malam (14/7), petugas kepolisian Soekarno-Hatta mendapat infromasi dari petugas Bea Cukai di terminal 3, kalau ada orang dari Kuala Lumpur Jakarta membawa 1118 strip Happy Five,” tutur Argo.

Axel diduga merupakan salah seorang pemesan 1.118 Happy Five. Semua pemesan disebut telah mentransfer uang sebesar Rp1,5 juta. “Ada pemesan lima orang, salah satunya anaknya Jeremy Thomas itu sudah transfer semua,” imbuh Argo.

Atas informasi itu, polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap Axel. Namun, sempat terjadi kejar-kejaran antar polisi dan Axel saat proses penangkapan. “Kemudian tadi malam anggota polisi Soekarno-Hatta menangkap yang bersangkutan di hotel itu. Nah kemudian di sana terjadi, karena dia lari, kita kejar, terjadi pergumulan itu. Pergumulan di sana,” tuturnya.(ric/net)