Beranda Metropolis Tumpah Ruah di Hari Jadi Kota

Tumpah Ruah di Hari Jadi Kota

LAUTAN MANUSIA: Warga Bogor memenuhi Jalan Sudirman untuk menonton Helaran Seni Budaya dan Pawai Mobil Hias, kemarin (16/7).

Kota Bogor punya perayaan meriah setiap tahun. Tentunya ketika tiba hari ulang tahun kota. Ya, per 3 Juni 2017, Kota Hujan berusia 535 tahun. Dan kemarin (16/7), adalah puncak kemeriahan Hari Jadi Bogor (HJB) yang dikemas dalam balutan Helaran Seni Budaya dan Pawai Mobil Hias. Warga tumpah ruah memenuhi sudut kota.

Perayaan Hari Jadi Ke-535 Kota Bogor dimaknai Wali Kota Bogor Bima Arya sebagai momentum kebersamaan. Dia meyakini hal itu menjadi kunci pembangunan di kota hujan. Menurut dia, helaran seni budaya mampu memberi kebanggaan, persatuan dan kesejahteraan. Karena inilah identitas yang diwariskan turuntemurun dan harus dijaga. “Kegiatan ini juga mempersatukan, karena melalui rangkaian kegiatan semua turut menyukseskan, sama-sama menjaga dan berada dalam satu perayaan yang tidak melihat apa pun latar belakangnya,” ujarnya di selasela Helaran Seni Budaya dan Pawai Mobil Hias.

Menurut Bima, tema helaran ini dan pesannya sangat jelas, yakni kebersamaan dalam keberagaman adalah keniscayaan. “Untuk itu, persatuan dan kebersamaan ini harus terus kita perjuangkan,” ucapnya. Dia menambahkan, helaran ini diharapkan dapat menyejahterakan warga. Karena banyak warga yang memperoleh rezeki, banyak pesanan (order), sanggar-sanggar tampil, dan banyak juga wisatawan yang berkunjung. Pantauan Radar Bogor kemarin, sejak pukul 06.00 pagi warga sudah mulai memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang akan menjadi lintasan utama helaran. Kepadatan tidak hanya pada jalur lintasan utama, beberapa lokasi parkir kendaraan pun penuh sesak.

universitas pakuan unpak

Banyak warga yang terpaksa berputar-putar mencari lokasi parkir. Bahkan, tak sedikit yang memaksakan kendaraannya parkir di pinggir jalan, meski lokasinya jauh dari jalur utama. Sementara di panggung utama yang lokasinya tepat di depan Yogya Dept Store, warga sudah memadati area panggung, dua jam sebelum acara dimulai. Alasan mereka memilih tempat ini, karena ingin menyaksikan lebih dekat atraksi yang akan ditampilkan masing-masing peserta. Guna mengamankan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan petugas gabungan tampak siaga di titik-titik strategis.

Pawai budaya ini diawali dengan rombongan berkuda yang bergerak dari Air Mancur. Kuda–kuda tersebut ditunggangi wali kota, wakil wali kota, sekretaris daerah Kota Bogor beserta para anggota Muspida. Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, meski meriah dan berlangsung sukses, kegiatan helaran tetap akan dievaluasi, khususnya terkait lalu lintas. Dia sudah mempunyai opsi agar acara ini bisa dilaksanakan di jalan R3. “Sepertinya R3 bisa dimanfaatkan untuk helaran. Karena mau di mana pun diselenggarakan tentu orang tetap akan melihatnya.

Memang harus dicari tempat lain sehingga masyarakat tidak terjebak kemacetan,” ujarnya. Meski begitu, menurutnya, kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor. Menurutnya, masyarakat yang hadir seluruhnya antusias. “Helaran ini memang sangat bagus untuk memeriahkan HJB ke-535. Bahkan, event ini menjadi daya tarik minat pengunjung dan meningkatkan PAD,” kata Ade.(rp1/c)