Beranda Metropolis NCAM GUGAT PD PASAR Terkait Siteplan Blok F

NCAM GUGAT PD PASAR Terkait Siteplan Blok F

BOGOR– Selisih pendapat antara Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) dengan pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang kian tak berujung. Teranyar, aksi walkout kembali dilakukan oleh pedagang dalam sosialisasi siteplan revitalisasi gedung Blok F Pasar Kebon Kembang.

Kepada wartawan, Pembina Paguyuban Pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang, Aziz Balpas mengatakan, apa yang dipaparkan investor Blok F, PT Mulyagiri
KSO Mayasari Bakti Utama dalam sosialisasi, tidak sesuai dengan kerangka acuan kerja (KAK). “Siteplan dari PT Mulyagiri tak sesuai yang kita harapkan. Kita sudah komitmen kembali ke semula, tempat tidak berubah, letak tidak berubah, lantai dasar selandai jalan raya,” ujarnya.

Para pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang, kata dia, berencana melakukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Bandung. Tak hanya perkara soal siteplan yang tidak sesuai, proses penunjukan langsung (PL) PT Mulyagiri sebagai investor juga dinilainya sarat masalah. “Kami akan bawa masalah ini ke pengadilan tinggi,” terangnya.

universitas ibn khaldun bogor uika

Banyak beberapa konsep dalam siteplan yang dianggap pedagang bakal merugikan pedagang lama. Salah satunya, pintu masuk yang tidak selandai dengan jalan raya. “Itu akalakalan mereka aja. Masak, naik sampai 80 cm. Kalau memang biar sejajar dengan pembangunan jalan, paling naiknya hanya 30 cm,” kata Aziz. Siteplan yang disodorkan investor pun, menurutnya, bakal merugikan pedagang sepatu yang berada di pintu belakang gedung Blok F. Pasalnya, dalam siteplan bagian belakang, pintu masuknya akan naik sekitar 4 meter. “Ini sudah melanggar KAK. Padahal, dalam KAK kami diprioritaskan.

Jadi, siteplannya blok sepatu itu bukan lantai dasar, naik 4 meter. Teman kami yang di blok sepatu di Nyi Raja Permas sama aja dibuang ke lantai 1,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Operasional PD-PPJ, Syuhaeri Nasution membenarkan aksi walkout pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang saat sosialisasi. Namun, dia tidak menghiraukan aksi tersebut, lantaran sudah ada bukti dokumentasi bahwa sosialisasi sudah dihadiri pedagang. “Jadi, kalau saya perhatikan dari awal, sudah ada niat yang kurang baik. Terlihat dari tidak diisinya absen. Tapi, kami punya dokumentasi bahwa mereka hadir semua, karena ada foto-fotonya,” papar dia.

Meski menerima berbagai penolakan, tapi menurutnya, revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang harus tetap dilaksanakan. “Apa pun sikap mereka, yang walkout, kami tidak mau tahu. Kami tetap jalan dan revitalisasi harus jalan,” kata Syuhaeri.Malahan, dalam waktu dekat dirinya bakal melakukan pendataan pedagang lama. “Bagi yang belum menyelesaikan administrasi, harap segera menyelesaikannya. Bagi yang sudah, kami akan daftar ulang.

Supaya jelas siapa yang mau ikut bergabung di pasar yang baru nantinya,” tuturnya. Syuhaeri menyadari, aksi walkout para pedagang saat pemaparan sosialisasi di Hotel Pangrango 2 itu, lantaran pedagang ogah pindah dari tempat semula. “Kalau saya amati, mereka hanya mau di tempat asal, tidak mau pindah tempat,” tandasnya.(rp1/c)