Beranda Female MENGENALI GEJALA MAG PADA ANAK TAK SESERING ORANG DEWASA

MENGENALI GEJALA MAG PADA ANAK TAK SESERING ORANG DEWASA

BUNDA Kiki sempat panik ketika buah hatinya, tiba-tiba mengeluh sakit kepala disertai sakit perut di bagian ulu hati. Khawatir kenapa-kenapa, Kiki (8 tahun) pun dibawa ke rumah sakit untuk dicek kondisi kesehatannya. Setelah didiagnosa dokter, Kiki dinyatakan menderita penyakit mag. “Oh, ternyata anak kecil bisa mag ya?” ujarnya, penuh tanya. Tak hanya Kiki, Adisti yang berusia 10 tahun pun dibawa sang ayah ke puskesmas karena sudah dua hari ini mengeluh pusing dan sakit ulu hati. “Anaknya mengeluh sakit perut, mual tapi malah jadi lapar melulu. Setelah dicek di puskesmas, kata dokter anak saya sakit mag,” ujar Asep kepada Radar Bogor. Banyak orang tua berpikir penyakit mag hanya bisa diderita orang dewasa. Padahal, si kecil pun bisa terkena mag. Lantas, apa penyebabnya? Apakah gejala yang timbul sama seperti mag pada orang dewasa? Menurut dokter spesialis anak, dr H Admiller Yahya, mag bisa menyerang semua usia kecuali anak di bawah lima tahun alias balita. “Sebenarnya sakit mag pada anak-anak itu sangat jarang terjadi, namun anak-anak tetap berpotensi terkena penyakit mag. Mereka yang sudah remaja berkisar umur 10-18 tahun bisa terjadi, namun di bawah 10 tahun jarang sekali. Bahkan, untuk balita sendiri belum ada kasusnya,” ujarnya.

Menurut dr. Admiller, perbedaan mag yang dialami orang dewasa dan anak-anak dapat dilihat dari frekuensi jangka waktu dan intensitas rasa sakit. “Untuk orang dewasa lebih sering terkena mag, sedangkan untuk anakanak sendiri jarang terjadi,” tuturnya. Untuk intensitas rasa sakit orang dewasa akan lebih keras atau lebih sakit. Sementara, kata dia, anak-anak tidak terlalu keras dan terasa sakitnya. “Untuk orang dewasa sendiri apabila sudah kronis, lambung bisa mengalami kebocoran, sedangkan untuk anakanak tidak,” terangnya. Kendati begitu, lanjutnya, mag memang bukan penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan namun tetap harus dihindari untuk kenyamanan bersama. “Apabila kita sudah menderita penyakit mag, meskipun tidak berbahaya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” tambahnya. Oleh sebab itu, kata dr Admiller, untuk mag yang sudah kronis harus ditindaklanjuti dokter dan tetap penyakit apapun itu, termasuk mag tidak boleh disepelekan. Mag sendiri, merupakan gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadinya luka atau peradangan pada lambung sehingga sakit pada bagian ulu hati. Rasa sakit akan timbul apabila telat makan, mengonsumsi makanan yang asam dan pedas dalam frekuensi waktu sering.(cr6/c)