Beranda Berita Utama Dirut Semen Indonesia Tutup Usia

Dirut Semen Indonesia Tutup Usia

JAKARTA–Berita duka datang dari PT Semen Indonesia Tbk. Rizkan Chandra, direktur utama BUMN semen itu, meninggal dunia sore kemarin (15/7). Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto menuturkan, Rizkan wafat sekitar pukul 16.00 WIB karena penyakit yang dideritanya sebulan belakangan.

”Iya betul, meninggal karena sakit. Sudah dirawat intensif sebelumnya,” ujar Agung kepada pewarta.

Namun, Agung enggan menjelaskan lebih detail penyakit yang diderita pria kelahiran Jakarta, 27 Januari 1969, tersebut. ”Yang jelas, sudah satu bulan belakangan beliau sakit, itu saja,” imbuhnya.

universitas pakuan unpak

Dia menuturkan, jenazah masih berada di RS Siloam Semanggi, Jakarta Pusat, dan akan disemayamkan di rumah duka di Foresta Collinare C1 No 9 Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. ”Baru dimakamkan besok (hari ini, red). Jajaran manajemen masih banyak yang di Gresik. Ini juga segera berangkat ke Jakarta,” tuturnya.

Kabar duka tersebut membuat seluruh jajaran manajemen terpukul. Seperti diwartakan, Rizkan menjadi orang nomor satu di emiten dengan kode perdagangan SMGR itu sejak tahun lalu. Jabatannya baru berakhir pada 2020.

Sebelum menjabat Dirut SMGR, Rizkan menghabiskan banyak karirnya di beberapa perusahaan pelat merah. Dia pernah menduduki kursi direktur Network, IT & Solution PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, komisaris PT Telkomsel, dan direktur utama PT Sigma Cipta Caraka. Dia menempuh pendidikan di Teknik lnformatika ITB dan menempuh S-2 di Management of Technology National University of Singapore.

Di bawah Rizkan, kinerja SMGR sepanjang tahun lalu membukukan laba bersih Rp4,52 triliun. Laba perseroan tercatat stagnan karena turunnya pendapatan dari Rp26,948 triliun pada 2015 menjadi Rp26,134 triliun pada 2016. Aset perseroan secara keseluruhan naik dari Rp38,153 triliun menjadi Rp44,226 triliun sepanjang tahun lalu.

Tahun ini SMGR mengincar laba bersih Rp4,63 triliun atau meningkat 3 persen bila dibandingkan dengan Rp4,52 triliun pada 2016. Manajemen perseroan menyatakan, salah satu tantangan yang dihadapi sepanjang kinerja tahun lalu adalah turunnya harga jual sebagai konsekuensi dari persaingan di industri semen. (dee/c10/oki)