Beranda Metropolis Tembok Maut Sukaresmi Dibangun Asal-asalan

Tembok Maut Sukaresmi Dibangun Asal-asalan

HANCUR: Anak-anak sedang bermain di lapangan SMAN 2 Bogor yang temboknya kembali jebol, Minggu (9/7).

BOGOR–Pantas saja jika tembok pembatas/tanggul di Kelurahan Sukaresmi kembali jebol. Pasalnya, bangunan dengan tinggi sekitar 3 meter itu dinilai tidak layak konstruksi. Padahal, fungsinya bukan sekadar menjadi dinding pembatas, tapi juga menahan air ketika hujan deras melanda RT 03/04 Kelurahan Sukaresmi.

Dosen Teknik Sipil Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Purwanto Joyo Martono menjelaskan, tembok yang sebelumnya sempat jebol karena bandang pada Februari lalu itu, tidak memenuhi syarat secara konstruksi. Menurut dia, diperlukan material khusus karena tembok tersebut berfungsi untuk menahan hantaman air ketika hujan deras. “Mestinya ada konstruksi fondasi yang memang peruntukannya penahan tanggul. Wajar kalau jebol, saya sudah lihat hasil tembokannya juga tidak maksimal,” jelasnya kepada Radar Bogor kemarin (11/7).

Terlebih, permukaan antara kebun jambu dan lapangan SMAN 2 Bogor yang dibatasi oleh tembok tidak rata. Lahan pohon jambu lebih tinggi sekitar satu meter dari lahan lapangan SMAN 2 Bogor. Maka, ketika air mengalir deras dari arah kebun jambu akan menghantam bagian atas tembok, bukan fondasi. “Itu kan kondisi lahan pohon jambu dan lapangan tidak sejajar, terus basah. Air juga meresap kalau basah, lembap,” terangnya.

universitas ibn khaldun uika bogor

Terpisah, Kasi Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor, Ferry Firmansyah mengatakan, bukan pihaknya yang membangun tembok yang Minggu (9/7) lalu jebol akibat hujan deras. Justru, yang dibangun mereka adalah pembatas di sepanjang jalur air gang Talang, Kelurahan Sukaresmi.

Ia juga meluruskan, bahwa tembok di gang Talang yang sebelumnya disebutkan Lurah Sukaresmi, Susanto, bakal dibangun sepanjang 75 meter, akan disambung hingga sampai ke lahan kebun jambu. “Sebenarnya ada kontrak lagi dengan yang lain, dan akan dilaksanakan di samping kebun jambu itu. Kemarin itu belun turun, karena tanda tangan kontrak itu tanggal 7/7 Jumat kemarin,” papar Ferry.(rp1/c)