Beranda Bogor Raya Kader Resmi Diakui Desa

Kader Resmi Diakui Desa

CIAWI–Relawan Pengawas Rumah Sakit Bogor Adi Prabowo menilai tidak ada satu pun kader dan relawan sosial kesehatan yang bertindak sebagai calo bagi pasien di rumah sakit.

Menurutnya, hal itu merupakan ulah oknum yang mengaku-ngaku sebagai relawan demi mendapatkan keuntungan semata. “Kalau kader resmi harus dilengkapi surat keputusan (SK) dari pemerintah desa setempat dan sudah tergabung di IPSM. Begitu juga dengan kader posyandu, ada SK-nya juga,” bebernya kepada Radar Bogor, kemarin (11/7).

Adi pun meminta pihak rumah sakit melakukan tindakan tegas kepada oknum yang telah merugikan kader dan relawan kesehatan tersebut. “Kami rela menolong sesama tanpa meminta bayaran. Kalau ada yang mengaku sebagai kader, harus diklarifikasi dulu dari mana mereka berasal,” tegasnya.

universitas nusa bangsa unb

Sementara, Ketua LSM Aman Atiek Setyowati menambahkan, RSUD Ciawi harus secara gamblang menyebutkan siapa oknum kader tersebut. “Jangan bias seperti ini. Bajunya apa, biar jelas,” cetusnya.

Atiek yang juga tergabung dalam relawan Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) itu menambahkan, organisasinya memiliki kegiatan sosial menggunakan dana pribadi. Termasuk saat membantu keluarga pasien kurang mampu untuk biaya operasional sementara.

Terpisah,Ketua Umum Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor, Dian Firmansyah mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan surat permohonan kepada camat dan kepala desa. Hal itu dilakukan jika keanggotaan seseorang dari wilayah kedapatan melanggar ketentuan perundang-undangan, salah satunya menjadi calo.

“Kalau ingin menjadi anggota IPSM, wajib hukumnya mendapat rekomendasi dari camat dan kepala desa/lurah setempat. Demikian pula sebaliknya,” ujarnya. Dengan demikian, kejadian itu menjadi pelajaran agar dapat diambil hikmahnya bagi semua.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Ciawi memasang spanduk berupa imbauan kepada pasien agar tidak percaya pada setiap oknum yang mengatasnamakan kader relawan sosial. Hal itu dijelaskan Humas RSUD Ciawi Heri Juaendi.

Ia khawatir pasien menjadi sasaran yang dimanfaatkan oknum tersebut. “Kami antisipasi dengan memberi imbauan seperti itu kepada seluruh pasien dan keluarga pasien yang datang ke sini,” ujarnya.(don/c)