Beranda Berita Utama Kafe di Bogor Waspada Teror

Kafe di Bogor Waspada Teror

BOGOR–Ledakan bom panci di Buah Batu, Kota Bandung, diketahui akan digunakan untuk melakukan teror bom di sejumlah lokasi. Selain tempat ibadah, kali ini yang menjadi target adalah kafe. Hal tersebut membuat pengelola kafe di Bogor waspada.

Henda (33), pengusaha kafe di Jalan GOR Pakansari, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabu paten Bogor, mengaku meningk atkan keamanan dengan menggunakan kamera pengintai atau CCTV. Untuk keamanan lainnya sedang dipersiapkan.

Pihaknya selalu memantau CCTV setiap kali ada konsumen yang terlihat agak sedikit aneh, baik dari pakaian yang aneh maupun gerakgerik yang mencurigakan.

“Sudah ada beberapa kali ada konsumen yang datang ke kafe hanya beberapa menit melihat sekitarnya dan bengong, kemudian pergi lagi,” kata pemilik Cafe B16 kepada Radar Bogor.

Hendra berharap kafe tidak menjadi target pengeboman. Sebab, kata dia, tidak hanya kafe, di mana pun kalau bisa tidak ada pengeboman. Karena jika itu terjadi, dampak yang dihasilkannya cukup panjang.
“Saya berharap polisi lebih melakukan antisipasi berupa pencegahan. Jangan sampai ledakan terjadi,” tambahnya.

Di tempat terpisah, pemilik Resto Jajanan Emak Haji, Agus Sujana, juga berharap kafe atau restoran tidak menjadi sasaran. Dia pun tidak terlalu mengkhawatirkan, karena menilai aksi tersebut baru isu.

Meski kabar tersebut kian santer, tapi menurutnya, jumlah pengunjungnya tidak mengalami penurunan. Malah, salah satu lokasi usahanya yang dekat dengan gereja, peminatnya tidak berkurang. “Pengunjung masih normal. Semoga saja ramai terus pengunjungnya,” kata Agus kepada Radar Bogor.

Sementara itu, pengunjung kafe, Ryan Anggra Putra mengaku tak terlalu khawatir. Hobi nongkrong bersama teman kuliahnya seakan tak pudar meski mendengar kabar aksi teror mengincar kafe. “Biasa nongkrong di Warung Gumbira. Tidak terlalu lama juga kan nongkrongnya, paling sore ke malam,” kata mahasiswa Universitas Pakuan itu.

Meski demikian, dia meminta aparat yang terlibat dalam pengamanan teror di Kota Bogor dapat bekerja maksimal. Sehingga, masyarakat tetap merasa aman meski kini Indonesia tengah dilanda teror. “Semoga polisi bisa cegah duluan. Jadi, jangan sampai ada korban luka, apalagi meninggal,” pintanya.

Pengunjung kafe lainnya, Taufik Ramadhan (23) juga berharap ledakan bom di kafe tak terjadi. Menurutnya, selain banyak korban berjatuhan, para korban juga belum tentu mengetahui apa kesalahannya sehingga menjadi target. “Kita kan ke kafe untuk berkumpul, baik dengan keluarga maupun kerabat untuk sekadar kumpul atau urusan bisnis, sehingga menjadi target pengeboman itu jangan sampai terjadi. Pihak kepolisian harus melakukan peningkatan sedini mungkin,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sampai saat ini kasus tersebut masih ditangani Densus 88. Ia meminta kepada jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat lebih memerankan intelijen dan Bhabinkamtibmas. “Intelijen harus lebih bermain untuk pengecekan, kemudian Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (9/7).

Aksi teror juga membuat Polresta Bogor Kota terus meningkatkan berbagai pengamanan. Mulai dari penambahan jumlah personel penjagaan Markas Polresta Bogor Kota, hingga penambahan jumlah frekuensi patroli. “Operasi rutinnya ditingkatkan, contohnya patrolinya dua kali jadi tiga kali, personelnya sebelumnya 10 jadi 15,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna Jaya kepada Radar Bogor, kemarin.

Peningkatan kewaspadaan itu juga nampak di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, kemarin. Beberapa anggota Polresta Bogor Kota dengan menggenggam senjata laras panjang terlihat siaga di pintu pagar. “Ditingkatkan penjagaannya, yang tadinya personelnya dua jadi tiga, yang tadinya bawa pistol jadi bawa senpi,” kata Kombes Ulung.

Ulung meminta agar warga Kota Bogor tidak perlu khawatir jika ada ancaman teror. Sebab, kekhawatiran berlebih, belum tentu menuntaskan teror yang dihadapi. Malah, menurutnya yang harus dilakukan yaitu menghubungi polisi melalui Call Center 110. “Masyarakat tidak usah panik, serahkan saja kepada polisi. Kalau menemukan benda mencurigakan langsung lapor ke 110,” tandasnya.

Di Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengaku belum ada teror di Kabupaten Bogor. Meski demikian, ia meminta masyarakat agar terus waspada. “Jangan lupa untuk selalu berdoa,” tambahnya.

Sebelumnya, bom panci meledak di salah satu rumah kontrakan di Kampung Kubang Beureum, RT 07/11, Kelurahan Sekejati, Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu (8/7). Polisi mengamankan terduga pelaku teror Agus Wiguna (22), pemuda asal Garut yang juga penjual bakso goreng.

Ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di rumah kos milik Ny Epon. Suara ledakan terdengar sangat keras, hingga jarak lebih dari 100 meter. Terlihat juga kepulan asap yang menyelimuti rumah kos tersebut.
Dari hasil interogasi terhadap pelaku, dia berencana meledakkan tiga tempat di Bandung. Ada kafe, rumah makan, dan gereja. ”Rencananya dilakukan peledakan dengan menjebak,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto.

Cara menjebaknya, bom panci akan diberi tali sebagai pemicu. Bom akan diletakkan di sebuah bak sampah di dekat lokasi target, lalu tali pemicunya dipasang supaya tersangkut kaki pengunjung, kemudian akan meledak. ”Tapi, bom panci ini meledak dulu di kamar,” jelasnya.

Agus telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dipastikan belajar merangkai bom panci dari
internet. Terkait motivasi melakukan aksi teror, diketahui tersangka ingin melakukan jihad dengan memerangi nonmuslim.

TERKAIT ISIS

Polri menduga Agus terkait dengan ISIS. Pasalnya, ditemukan surat tulisan tangan yang berbaiat pada Abu Bakar Al Baghdadi dalam kamar yang Sabtu lalu (8/7) terjadi ledakan bom panci. Pelaku lain dalam kasus tersebut sedang didalami.

Dalam surat yang diberi tanggal 10 Juni 2017 itu terdapat beberapa poin yang menunjukkan kesetiaan Agus Wiguna pada ISIS. Salah satunya, saya berbaiat pada kekhalifahan Daulah Islamiyah Abu Bakar Al Baghdadi untuk patuh dan taat kepada perintahnya baik dalam keadaan sedang sedih, susah, lapang ataupun sempit. Saya tidak mungkin merebut kekuasaan darinya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Rikwanto mengungkapkan, memang ditemukan sebuat surat yang di dalamnya ada pernyataan berbaiat pada ISIS. Kemungkinan surat ini merupakan tulisan tangan Agus Wiguna. ”Masih didalami semua,” ujarnya.(rp2/ rp1/idr/d)