Beranda Berita Utama Siswa SD Meninggal karena Radiasi HP

Siswa SD Meninggal karena Radiasi HP

SATU lagi kabar buruk tentang smartphone membuat resah. Siswa SDIT Al Madinah Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, dikabarkan meninggal karena radiasi HP beberapa waktu lalu. Beredar di media sosial, bocah kelas V SD itu pusing-pusing karena kerusakan otak, sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Siswa tersebut dikatakan sering bermain HP sejak usia 2,5 tahun. Hal ini membuat otaknya berubah menjadi warna kemerahan dan mengecil, hingga akhirnya anak itu meninggal di usia 11 tahun karena kerusakan otak akibat radiasi HP. Berikut isi pesan berantai tersebut: ”Assalammu’alaikum Ayah Bunda…innalillahi wainna illahi rajiuuun. Tadi pagi seorang siswa Al Madina…meninggal dunia… di Perumahan TATIA ASRI CILUAR tetangga ibu Hanna guru SMKN1 Bogor.

Awalnya…siswa sering mengeluh pusing dan pingsan… dibawa ke rmh sakit..krn ortunya kedua2nya banker…punya rezeki lebih….si anak lngsung dibawa ke RS di Jakarta…setelah didiaknosa..otak si Anak kena radiasi dr HP…dan otaknya berubah menjadi warna kemerahan dan mengecil…alias mengerut….pihak dokter.. menanyakan ke ortu…brp sering si anak menggunakan hp/ android dlm sehari…ortunya menjawab mmg sering..krn nak cowok satu2nya…difasilitasi dgn andoid pribadi…dan sering main game online…dari usia 2,5 tahun sampai akhirnya usia 11 tahun…otaknya sdh rusak.

universitas ibn khaldun uika bogor

Dokter menyimpulkan si anak kena radiasi HP…yg menyebabkan otaknya rusak danmengkerut..akhirnya darah tdk lancar…sering pusing berat… dan td pagi meninggal dunia kelas V SDIT Al Madina Keradenan. Demikian infonya ayah bunda..semoga manfaat..dan menjadi pelajaran berharga bg kita semua utk keluarga.” Radar Bogor kemudian memeriksa kebenaran tersebut ke SDIT Al Madinah. Kepala Yayasan SD IT Al Madinah, Agus Sriyatna, memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoax. Agus menegaskan, setelah dicek kebenaranya, tidak ada pelajar yang didiagnosa meninggal karena radiasi handphone. “Saya memang mendapatkan kabar tersebut, tetapi saya tegaskan informasi tersebut hoax. Beberapa orang juga sudah ada yang menanyakan kebenaran kabar tersebut, dan saya pastikan tidak ada,” tukasnya.(ded/c)