Beranda Berita Utama Rampok Umbar Tembakan di Cilebut

Rampok Umbar Tembakan di Cilebut

Personel Polsek Bogor melakukan olah TKP di rumah korban perampokan bersenjata api, Kampung Bojongsempu, RT 03/06, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, tadi malam.SOFYAN/RADAR BOGOR

BOGOR–Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali marak di Bogor. Se telah aksi begal dan pembacokan sadis di Bukit Cimanggu City (BCC) Rabu lalu, kawanan rampok tadi malam men coba menggasak motor milik warga Bojongsempu, RT 03/06, Cilebut Barat, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Lantaran tepergok, pelaku melepaskan tembakan ke arah korban. Informasi yang dihimpun, peristiwa itu tembakan. Ia dan kakak korban, Hafis, langsung keluar rumah. Saat itu mereka menemukan Afrijal terkapar di halaman rumah. “Saya kaget (Afrijal) sudah pingsan,” akunya. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke polisi yang tak lama kemudian tiba di lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari jejak pelaku. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan Setelah olah TKP sekitar pukul 00.00 WIB, Kapolsek Sukaraja Kompol Musimin menyampaikan bahwa peristiwa tersebut termasuk percobaan perampokan. Pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang hendak mengambil motor tetapi diketahui korban. “Untuk jenis pelurunya, belum tahu. Korban hanya mendengar suara tetapi tidak sampai melihat ke arah mana tembakannya, korban langsung tiarap. Ke mana arahnya juga belum jelas. Kami belum menemukan,” jelasnya kepada Radar Bogor. Dengan kejadian tersebut, polisi meminta warga tetap tenang dan waspada. “Saling jaga keamanan seluruh warga, di saat terjadi kejahatan sekecil apa pun segera lapor ke RT/RW, desa, anggota Bhabinkamtibmas,” ujarnya. Setelah kejadian ini, tambah Musimin, jajaran Polres Bogor membentuk tim khusus untuk membidik pelaku-pelaku curanmor. Sebelumnya diberitakan, aksi begal menimpa warga Kota Bogor. Rabu (5/7) dini hari lalu, Taufik Atmadiwirya (28), warga Bukit Cimanggu City, Kecamatan Tanahsareal, menjadi korban pembegalan di kawasan perumahan tempat tinggalnya. Peristiwa terjadi pukul 05.15 WIB, saat Taufik perjalanan pulang setelah mengantar kakak iparnya.

Tak jauh dari rumahnya, tibatiba Taufik yang mengendarai sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 250 merah dipepet dua orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor jenis Vario putih. Merasa terancam karena motornya hendak dirampas, Taufik berteriak maling. Bukannya kabur, pelaku justru menganiaya Taufik bertubi-tubi dengan senjata tajam. Akibatnya, dia meng alami luka bacok di tangannya. Dua pelaku begal kabur menggunakan motornya dan melarikan diri keluar dari perumahan BCC. Warga kemu dian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanahsareal. Menanggapi maraknya aksi kejahatan saat ini, mantan komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman mengingatkan polisi harus memberi perhatian lebih terhadap kejahatan begal ini. Dengan meningkatkan giat patroli, khususnya di daerahdaerah sepi, permukiman, atau wilayah yang jauh dari polsek. “Masyarakat berharap banyak pada kepolisian, jadi, polisi jangan hanya bertindak setelah ada kejadian, namun aktif melakukan upaya preventif pencegahan,” tegasnya kepada Radar Bogor tadi malam. Menurut doktor bidang hukum Universitas Pajajaran itu, dalam situasi yang membahayakan masyarakat atau aparat, maka penggunaan kekuatan senjata api dapat dilakukan personel kepolisian Di sisi lain, peran serta masyarakat untuk bekerja sama menjaga keamanan juga diharapkan. “Mereka (pelaku begal) semakin nekat dan sudah kehilangan naluri kemanusiaannya demi mendapatkan harta benda. Pemerintah daerah mesti melengkapi sarana prasarana, seperti lampu penerangan jalan, pamswakarsa dan kerja sama dengan kepolisian meningkatkan patroli,” tukasnya.(don/d)