Beranda Berita Utama Nonton Coldplay, Tiketnya ’’Cuitan’’ Politik Di G20, Jokowi Ajak Perangi Terorisme

Nonton Coldplay, Tiketnya ’’Cuitan’’ Politik Di G20, Jokowi Ajak Perangi Terorisme

HAMBURG–”Hai, Donald Trump, hentikan diskriminasi kepada muslim.” Atau, ”Theresa May, bukalah pintu Inggris lebar-lebar untuk imigran Cukup dengan cuitan semacam itu, ribuan orang bisa menonton konser band tenar asal Inggris, Coldplay, dengan bintang tamu Shakira. Tanpa perlu mengeluarkan uang. Tiket untuk Global Citizen Festival 2017 di Hamburg itu memang seluruhnya digratiskan. Seperti dilansir situs resmi Global Citizen Festival, penonton hanya diminta untuk menunjukkan sikap politik masing-masing terhadap isu-isu terkini. Entah itu dengan meneken petisi online atau mencuitkan tema sosial lewat Twitter sambil mencolek politikus tertentu. Di konser tersebut, mereka tak hanya dihibur sejumlah hit dari band yang telah memenangi tujuh penghargaan Grammy Awards dan sudah menjual lebih dari 80 juta kopi itu. Tapi juga berkesempatan menikmati Aliens, single terbaru dari mini-album Kaleidoscope yang didedikasikan untuk para imigran. Dalam lirik single terbarunya itu, Coldplay mengibaratkan para imigran sebagai alien. ”Hanya alien. Kami hanya ingin kembali pulang.” Demikian bunyi dua baris lirik Aliens yang mewakili perasaan kaum imigran. Sebelumnya, band progressive rock legendaris, Led Zeppelin, juga mengungkapkan perjuangan para imigran ke tanah harapan lewat lagu bertajuk Immigrant Song. Bersama Brian Eno, Coldplay sengaja menciptakan lagu khusus untuk para imigran. Itu merupakan bentuk dukungan mereka terhadap para pengungsi dan pencari suaka yang menempuh perjalanan penuh risiko demi mencapai dataran Eropa. ”Semua kami dedikasikan untuk Migrant Offshore Aid Station,” kata perwakilan band yang terbentuk pada 1996 tersebut.
Penampilan band yang digawangi Chris Martin (vokal, piano), Jonny Buckland (gitar), Guy Berryman (bas), dan Will Champion (drum) itu pun seolah sedikit meredam suasana panas di G20 yang juga berlangsung mulai kemarin di Hamburg. Konferensi tersebut diwarnai demonstrasi besar yang mengakibatkan 75 polisi dan belasan demonstran terluka. Martin membuka Global Citizen Festival 2017 di Barclaycard Arena dengan permainan piano lagu Paradise. Setelah Fix You, Shakira muncul di panggung. Shakira berduet dengan Martin sekitar sejam, menyanyikan hit masingmasing. Termasuk Yellow dan Chantaje. Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara mengenai langkah Indonesia dalam menangani aksi terorisme di hadapan para pemimpin negara G20. Jokowi pun mengajak negara-negara G20 untuk satu visi dalam pemberantasan terorisme. ”Apakah kita menyerah kepada teror? Apakah kita akan tetap diam? Kita harus bersatu untuk memerangi ancaman terorisme,” tegasnya saat berbicara di hadapan para pemimpin di Hamburg Messe und Congress. Jokowi mengingatkan, terorisme tidak akan bisa diberantas bila setiap pemerintah hanya mengandalkan pen dekatan hard power. Menurut dia, sejarah telah mengajarkan bahwa senjata dan kekuatan militer tidak bisa memberantas terorisme. Harus ada pendekatan lain yang bersifat soft power untuk memutus rantai jaringan teror. Indonesia, tutur Jokowi, mengandalkan soft power berupa deradikalisasi untuk memutus mata rantai teror. Cara tersebut cukup ampuh untuk menyadarkan para mantan kombatan maupun calon-calon kombatan yang
terdeteksi hendak melakukan aksi. ”Pikiran sesat hanya bisa dikoreksi dengan cara berpikir yang benar,” lanjutnya. Program deradikalisasi itu terbilang sukses. Di antara 560 mantan pelaku teror, sampai saat ini hanya ada tiga orang yang ingin mengulangi perbuatan masing-masing. Program tersebut sampai saat ini masih berlangsung untuk mengubah pola pikir para mantan kombatan. Sementara itu, di ruang publik, Jokowi menyebut dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah, punya andil besar dalam menyebarkan perdamaian. Dua organisasi tersebut secara konsisten menyebarkan pesan bahwa Islam merupakan agama perdamaian dan agama yang toleran. Sedangkan di dunia maya, pemerintah Indonesia merekrut sejumlah pegiat media sosial berpengaruh untuk menyebarkan pesan perdamaian. Ada empat langkah yang dianjurkan presiden untuk dilakukan negara-negara G20. Pertama, negara-negara G20 diimbau meningkatkan pengawasan terhadap aliran dana untuk jaringan kelompok radikal dan teroris. Indonesia sendiri sudah mendapat dukungan G20 dalam proses keanggotaan Financial Action Task Force (FATF). Kedua, memanfaatkan teknologi informasi untuk penyebaran kontranaratif dengan penekanan pada nilainilai perdamaian dan toleransi. Di sektor ekonomi, G20 harus mencari solusi kesenjangan ekonomi dengan memperkuat pemberdayaan ekonomi inklusif. ”Kita juga bisa mengembangkan kerja sama pertukaran intelijen, penanganan foreign terrorist fighter, dan pengembangan capacity building,” tambahnya. (AFP/hollywoodreporter/ hep/byu/c11/ttg)