Beranda Metropolis Kecolongan Pasangan Mesum di Pedestrian

Kecolongan Pasangan Mesum di Pedestrian

CAPTION :ANGAN DITIRU: Kedua pasangan ini terlihat sedang bermesraan di jalur pedestrian Kebun Raya Bogor.

BOGOR-Fasilitas pedestrian di sekeliling Kebun Raya Bogor (KRB) kini telah berubah fungsi. Selain sebagai tempat wisata dan olahraga, jalur pejalan kaki itu juga dijadikan tempat pacaran muda-mudi. Ironisnya, kini menjadi tempat mesum. Lokasinya yang berada di bawah jalan utama dan minimnya kamera pengawas, membuat orang semakin leluasa.

Seperti yang terlihat kemarin (6/7). Sepasang remaja nekat memadu kasih siang bolong di jalur pedestrian Jalan Jalak Harupat, Sempur. Keduanya begitu asyik berpangkuan tanpa menghiraukan orang sekelilingnya. Jika dilihat lebih dekat, wanita berjilbab itu masih anak baru gede (ABG). Menanggapi itu, Kabid Pengendalian Operasional (Dalops) Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah mengatakan, saat kejadian memang tak ada petugas yang patroli di kawasan pedestrian tersebut. “Nanti akan kami intensifkan lagi di titik tersebut. Saya juga belum mengetahui adanya pasangan yang berpelukan di pedestrian. Kami akan lakukan pengecekan
melalui CCTV di Diskominfo,” jelas Agus.

Dia menjelaskan, pengawasan jalur pedestrian KRB tetap dilakukan baik itu menggunakan air wheel maupun sepeda. Pihaknya juga melibatkan Srikandi Satpol PP Kota Bogor untuk membantu pengawasan di kawasan pedestrian tersebut. Hanya saja, diakuinya, pengawasan tersebut sifatnya hanya patroli semata “Kalau pedestrian hanya dilakukan patroli dan memang tidak tetap. Setelah pengecekan CCTV maka kami akan lakukan peneguran,” tegas Agus.

universitas-nusa-bangsa

Menurut Agus, pihaknya akan mencegah untuk masyarakat yang berniat melakukan tindakan asulila terutama di kawasan fasilitas publik seperti
pedestrian. “Kami akan intensifkan pengawasan karena tidak boleh ada yang melakukan tindakan asusila pada fasilitas publik,” pungkasnya. Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi menambahkan, kejadian ini menunjukkan masih ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya. “Ini bisa jadi bahan evaluasi bagi pola pengawasan kami di pedestrian,” ujarnya. Sebenarnya, Satpol PP sudah membentuk Tim Kancil khusus mengawasi padestrian. Saat ini juga tengah diperkuat oleh Srikandi terkait pola pengawasannya untuk mengelilingi pedestrian mulai pagi sampai sore.

“Di siang hari mereka mulai plotting di titik rawan PKL, yaitu di sekitar Lawang Salapan, pintu satu Kebun Raya dan pintu tiga. Setelah plotting sekitar tiga jam mereka bergerak kembali,” tuturnya. Sementara itu, psikolog Rumah Cinta, Retno Lelyani Dewi mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut. Menurutnya, sekarang ini remaja sudah kehilangan rasa malu. Padahal rasa malu berbuat buruk merupakan salah satu ciri orang beriman. “Jadi lebih prihatin karena yang melakukannya menggunakan kerudung. Harusnya anak­anak kita diajarkan adab sejak kecil, bagaimana adab dengan lawan jenis, bagaimana adab di tempat umum,” lirihnya.(wil/c)