Beranda Bogor Raya Tujuh Calhaj Gagal Berangkat Dan Bisa Terus Bertambah

Tujuh Calhaj Gagal Berangkat Dan Bisa Terus Bertambah

CIBINONG–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mulai memeriksa para calon jamaah haji (calhaj). Namun, tak semua mendapatkan  rekomendasi  untuk berangkat.

Kabid Pencegahan Penularan Penyakit pada Dinkes Kabupaten Bogor, Agus Fauzi menerangkan, 3.539 calhaj mulai Senin (3/7) hingga Senin (17/7) melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan. Namun, tujuh di antaranya direkomendasikan untuk menunda keberangkatan berhaji.

Menurutnya, kelengkapan kesehatan haji dari ketujuh jamaah belum memenuhi syarat dengan pendampingan, tidak memenuhi syarat sementara, dan tidak memenuhi syarat.

universitas pakuan unpak

Nah, untuk yang tidak memenuhi syarat atau yang menurut hasil pemeriksaan tidak bisa  berangkat,  akan  dipanggil  dan dikoordinasikan dengan pihak kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) dari jamaah tersebut.

“Kalau  dari  catatan  kami  yang  tidak memenuhi syarat itu ada tujuh jamaah haji se Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (4/7).

Ia  menambahkan,  calhaj  yang  tidak memenuhi syarat tersebut karena memiliki penyakit gagal ginjal sebanyak empat orang sehingga harus cuci darah dan tiga perempuan hamil.

Ia mengaku, Dinkes hanya merekomendasikan kepada mereka bahwa hasil pemeriksaan berdasarkan Permenkes 15 Tahun 2016 tentang Kelengkapan Istithaah untuk Jamaah Haji.

Menurutnya, keputusan dan teknisnya tetap ditentukan Kemenag dan KBIH. “Untuk wanita yang hamil sifatnya hanya ditunda keberangkatannya, mudah-mudahan tahun depan bisa. Sedangkan untuk yang gagal ginjal, selama masih harus cuci darah, tentunya repot dan khawatir terjadi apa-apa saat menunaikan ibadah haji, kecuali sudah dinyatakan tidak perlu cuci darah dari dokter spesialisnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada kemungkinan bertambah. “Kami berusaha semaksimal mungkin agar banyak calon jamaah yang bisa berangkat,” harapnya.

Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di lima puskesmas, di antaranya Puskesmas Ciawi, Cimandala, Ciampea, Citeureup, dan Cirimekar. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk calon jamaah haji kloter pertama yang  akan  berangkat  pada  27  Juli mendatang.

Sebelumnya, tercatat sebanyak 3.478 orang. Namun, saat ini ada penambahan kuota menjadi 3.539 orang setelah pelunasan.  “Kalau berdasarkan grafik yang kami susun banyaknya di kelompok usia menengah, yakni 30 hingga 50 tahun. Tetapi ada juga jamaah yang di atas 60 hingga 70 tahun,” imbuhnya.(rp2/c)