Beranda Metropolis Lebak Kantin Darurat Longsor

Lebak Kantin Darurat Longsor

BOGOR–Kasus pergeseran tanah yang mengakibatkan longsor dan merusak lima rumah  di  sekitar tebing sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Lebak Kantin, RT 03/05, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, sudah seharusnya tidak terjadi lagi. Sebab, kejadian ini hampir terus berulang setiap tahun.

Upaya relokasi dan meminta warga untuk pindah dari tempat tersebut, sejauh ini masih jalan di tempat. Lurah Sempur Rena Da Frina mengatakan, penanganan jangka menengah yang akan dilakukan yakni memetakan rumah penduduk di wilayah Lebak Kantin, mana saja yang masuk lereng dan tidak. Pemetaan akan dilakukan dengan bantuan peta dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor.

“Jadi, atas permintaan Pak Wali untuk mendata dan akan disurvei oleh BPBD ke lapangan. Maka, untuk sementara ini belum ada datanya,” ujarnya saat ditemui, kemarin (4/7).

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Rena menuturkan, untuk pembangunan rumah warga yang ambruk, kelurahan ataupun BPBD tidak menyarankan dibangun di tempat yang sama. Pemerintah kota (pemkot) akan lebih dulu mengajak warga untuk duduk bersama, agar warga mau pindah ke tempat yang lebih aman. Sekalipun, itu memang tanah mereka yang bersertifikat lengkap. Sebab, tebing-tebing yang dijadikan rumah warga tidak ada tembok penahan tanah (TPT) dan semakin rawan ambruk ketika hujan lebat.

“Kalau warga tetap tidak mau pindah, maka harus terlebih dahulu dibangun TPT yang besar dan kokoh serta fondasi rumah tidak boleh asal,” terangnya.

Dia menyebut, penyebab terjadinya longsor di kawasan tersebut, selain karena kontur tanah tidak stabil, juga adanya tekanan di Jalan Sudirman serta aliran air. Rata-rata, menurutnya, sebagian wilayah Kota Bogor memang berbukit dan bertebing. Termasuk salah satu di antaranya yakni Kelurahan Sempur. “Jadi memang rawan, apalagi di pinggir tebing ada rumah,” ujarnya.

Di waktu bersamaan, Rena juga menyisir dan meninjau sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Hasilnya, ia mendapati banyak saluran air yang penuh dengan sampah, serta saluran air yang tertutup dengan papan-papan pedagang kaki lima (PKL). “Papan-papan itu akhirnya kami bongkar, dan kami juga minta pihak SPBU yang ada di Jalan Jenderal Sudirman untuk menyediakan tempat sampah besar agar lebih tertata,” jelas Rena.(wil/c)