Beranda Berita Utama Curi Jantung 30 Kambing

Curi Jantung 30 Kambing

TANPA JANTUNG: Kambing-kambing tergeletak tanpa jantung di Kampung Pasir Karet dan Babakan Gunung Batu, Desa Bojong koneng, Kecamatan Babakan madang, Kabupaten Bo gor, kemarin (4/7).

BOGOR–Warga Kampung Pasir Karet dan Babakan Gunung Batu, Desa Bojong koneng, Ke camatan Baba kan madang, Kabupaten Bo- gor dibuat heboh. Penyebabnya, puluhan kambing milik warga dicuri. Anehnya, si pelaku hanya mengambil jantung kambing dan meninggalkan  bangkainya  di kandang.

Kepala Desa Bojong ko neng, Agus me nu turkan, kejadian tersebut sudah terjadi sejak satu bulan terakhir sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.

Namun, kata dia, terakhir terjadi Senin (26/6). “Kambing Ketua  RT  02/08  Kampung Babakan Gunung Batu, Nur, satu kandang ada 10 ekor mati semua dan itu tidak ada tanda- tanda  sebelum  kejadian,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin (4/7).

universitas ibn khaldun bogor uika

Dari keterangan RT, kata Agus, kambing-kambing yang mati diambil jantungnya. Dalam kurun waktu dua hingga lima jam, kondisi kambing tersebut langsung membusuk seperti keracunan. Bahkan, ada salah satu kambing yang sedang hamil tetapi  anaknya  hanya dikeluarkan dan yang diambil tetap jantungnya. “Anehnya tidak ada kerusakan di kandang, hanya ada bekas cakaran,” tuturnya.

Dua hari yang lalu, sambung dia, ada kandang yang hampir diserang  lagi  di  Kampung Babakan Gunung Batu. Namun, keta huan warga. Ia mengaku telah melaporkan ke polisi, Kesra Kecamatan Babakanmadang hingga Dinas Peternakan. Sebab, dikha watirkan  menyerang warga.
“Kami sudah minta Dinas Peternakan untuk meneliti kenapa kondisi daging bisa langsung busuk dan bau dalam waktu lima jam. Kalau serangan serigala atau harimau tidak seperti itu,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ditaksir kerugian sudah mencapai Rp70 juta. “Kasihan juga warga yang jadi korban. Karena harga satu kambing bisa mencapai Rp2,5 juta,” tuturnya.

Sementara  itu,  Camat Babakanmadang Yudi Santosa mengungkapkan,  kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi. Ia pun saat ini telah memberikan imbauan kepada kepala desa dan masyarakat untuk melakukan antisipasi.

Salah  satunya,  dengan mengajak  warga  untuk melakukan siskamling. “Saya juga sudah minta Linmas untuk mengirimkan  anggotanya, minimal dua orang di tiap RW. Mereka yang akan mengerahkan keamanan di wilayah. Anggota Linmas hanya akan menjadi penggerak, bukan penanggung jawab sehingga warga diminta untuk ikut mengamankan,” pungkasnya.(rp2/c)