Beranda Metropolis Tembus 128 Ribu Penumpang

Tembus 128 Ribu Penumpang

PADAT: Stasiun Bogor masih saja dipadati penumpang yang mulai kembali dari
kampung halaman.

BOGOR– Sepanjang libur Lebaran dimanfaatkan betul oleh warga luar Kota Hujan untuk berekreasi ke Bogor. Kereta listrik (KRL) Commuter Line relasi Bogor–Jakarta Kota masih menjadi moda transportasi favorit pilihan masyarakat. Terbukti dari padatnya penumpang di Stasiun Bogor pada H+7 hingga H+8 Lebaran 2017 ini.

Pantauan Radar Bogor, kemarin (3/7), Stasiun Bogor di siang hari padat merayap oleh warga. Akibatnya, antrean masuk ke KRL pun tak terhindarkan. Baik tua maupun muda berdesak-desakan agar bisa masuk dan mendapatkan kursi.

Kepada Radar Bogor, Kepala Stasiun Bogor, Moedji mengatakan, pada Kamis (29/6), total penumpang KRL Commuter Line mencapai 108 ribu, menurun drastis di hari Jumat (30/6), menjadi 78 ribu. Namun, angka ini kembali melonjak pada Sabtu (1/7) hingga menembus angka 128 ribu penumpang.

“Kalau Minggu (kemarin, red) masih landai hingga siang hari, meski padat merayap. Sebab, sebagian kan besok (hari ini, red) ada yang sudah masuk kerja, juga ada sebagian yang sudah masuk sekolah, meski kebanyakan pekan depan. Prediksi kami, hari ini puncaknya,” kata Moedji.

Stasiun Bogor, kata dia, bukanlah stasiun lebaran, melainkan stasiun liburan. Banyak dari mereka yang menggunakan Commuter Line dari luar Bogor untuk berwisata, sebut saja ke Kebun Raya Bogor (KRB) juga Taman Topi yang masih digemari.

Sayangnya, tingginya pengguna KRL belum diimbangi dengan kenyamanan jalur pedestrian di sekitar stasiun yang masih dikuasai pedagang kaki lima (PKL). Moedji pun menyesalkan banyaknya PKL di pedestrian Stasiun Bogor yang sedikit banyak meng­ ganggu akses keluar masuknya pengguna KRL. Belum lagi dengan warga yang kemudian berhenti di antara para PKL tersebut.

“Untuk sementara tidak ada penambahan waktu kebe­ rangkatan. Selain itu, jumlah gate in maupun out masih sama 19, bilik manual jumlahnya tiga, vending machine 12, kemudian KMT masih empat, sementara KMT mobile 13. Itu pun masih fleksibel, KMT difungsikan bagi pelayanan agar bisa memecah keramaian,” ungkapnya.

Moedji menambahkan, untuk Stasiun Paledang, hingga 7 Juli mendatang, tiket yang tersedia sudah full booked oleh calon penumpang. Rata­rata di tiap harinya, terlebih saat momen Lebaran juga weekend, jumlah kursi total 458 terisi penuh.

“Stasiun Paledang itu kalaupun hari biasa tetap penuh. Jumlah keberangkatan yang hanya tiga dalam satu hari membuat kursi selalu terisi. Di sisi lain memang belum ada rencana akan ditambahkan,” tandasnya. (wil/c)