Beranda Pendidikan PPDB Dilayani Online dan Offline

PPDB Dilayani Online dan Offline

CALON SISWA BARU: Para siswa yang akan mendaftar sekolah di SMKN 2 Kota Bogor secara offline. Mereka menunggu giliran untuk dicek berkas dan juga dites oleh panitia PPDB

Website Sempat Down
BOGOR–Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah akhir (SMA) dan kejuruan (SMK) masih terkendala dengan sistem online yang diusung oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, kemarin (3/7). Website online yang seharusnya digunakan semua calon peserta didik untuk mendaftar ke sekolah tujuan masing-masing, masih mengalami down pagi kemarin. Keadaan seperti itu memang tidak asing bagi masyarakat. Mengingat, PPDB sebelumnya, yaitu jalur nonakademik, membuat panik hampir semua orang tua calon peserta didik.

Ketua MKKS SMA Kabupaten Bogor Bambang Supriyadi mengatakan bahwa sistem kembali down sejak pagi beberapa jam setelah PPDB dibuka. “Pagi tadi sempat bisa, agak siangnya sudah tidak bisa digunakan, tapi siangan lagi bisa kembali. Jadi saat ini sistemnya online iya, offline juga iya. PPDB setengah-setengah,” ungkapnya kepada Radar Bogor.

Menurut kepala SMAN 2 Cibinong tersebut, sejak pagi sekolahnya sudah didatangi calon peserta didik yang mendaftar secara offline. Kata dia, beberapa mungkin sudah tidak ingin mencoba yang online, sehingga lebih pasti mendaftar ke sekolah tujuan. “Suasananya sudah tidak khawatir seperti PPDB nonakademik beberapa bulan lalu karena sudah ada offline di sekolah tujuan masing-masing. Dan, ini banyak banget yang hadir, ya mungkin mereka juga lebih pasti datang ke sekolah tujuan daripada nunggu sistem yang tidak tahu kapan bisanya atau sempurnanya,” beber Bambang.

universitas nusa bangsa unb

Tapi, ia mengatakan, pendaftaran hari pertama, ada beberapa juga yang sudah datang ke SMAN 2 Cibinong dengan membawa surat keterangan telah mendaftar di website online PPDB. “Makanya, ada sekitar 10 persen kurang lebih yang sudah berhasil daftar online sendiri. Ada juga yang offline. Tapi semuanya tetap mengumpulkan berkas atau persyaratan di sekolah yang mereka daftar pertama,” tegasnya.

Sementara di Kota Bogor, sistem offline masih dilakukan mengingat server online untuk PPDB belum secara sempurna bisa digunakan. Seperti di SMKN 2 Kota Bogor di Tanah Baru. Kepala SMKN 2 Kota Bogor, Firdaus mengatakan, sistem offline masih diterapkan. ”Mereka datang membawa berkas persyaratan yang sudah tertera di website PPDB, nanti mengikuti alur yang sudah kami buat, ya, pastinya sesuai dengan juknis,” terangnya.

Alur awal, lanjut Firdaus, mereka masuk ke tahap pendaftaran serta pemilihan minat bakat. Kemudian memasuki tes kesehatan dan tes dasar atau buta warna. Calon peserta didik mendapatkan konseling dulu oleh panitia tentang pilihan jurusan.(ran/c)