Beranda Metropolis Miss Granny Rasa Indonesia

Miss Granny Rasa Indonesia

EMPAT film Indonesia telah meramaikan bioskop di awal bulan ini. Salah satu yang menuai review positif adalah Sweet 20. Rilisan Starvision itu meru?pakan adaptasi res?mi film laris Korea Selatan, Miss Granny (2014). Diarahkan sutradara Ody Harahap, Sweet 20 menjadi film Indonesia pertama yang menggandeng production house Korea, CJ Entertainment (CJE). PH tersebut merupakan pemegang hak cipta Miss Granny.

Chand Parwez Servia, produser sekaligus CEO Starvision, mengungkapkan, sejak 2014, CJE menawari dirinya untuk membuat adaptasi Miss Granny. ’’Setelah saya lihat, filmnya bagus dan punya value moral,’’ ungkap Parwez. Tidak hanya bagus di cerita, rupanya Sweet 20 juga punya daya pikat kuat menarik orang ke bioskop.

Inti kisah film yang naskahnya ditulis Upi tersebut hampir sama dengan Miss Granny. Ada seorang perempuan tua yang kembali menjadi muda. Di Sweet 20, nenek itu bernama Fatma (Niniek L. Karim). Dia adalah janda 70 tahun yang merasa anaknya, Adit (Lukman Sardi), berniat mengirimnya ke panti jompo. Fatma sedih. Tidak menyangka itulah balasan dari anaknya. Padahal, saat muda, dia rela membuang mimpi menjadi penyanyi demi mengasuh Adit.

universitas pakuan unpak

Dalam kesedihan tersebut, dia keluar rumah dan bertemu dengan fotografer misterius (Henky Solaiman). Begitu dia dijepret, terjadi keajaiban. Fatma kembali berusia 20 tahun. Dia mengubah namanya menjadi Mieke (Tatjana Saphira). Menjadi muda kembali, Fatma berusaha mewujudkan mimpinya sebagai penyanyi.

Cerita kian kompleks ketika pesona Mieke/Fatma membius tiga lelaki sekaligus. Salah satunya adalah cucunya, Juna (Kevin Julio). Walau secara umum Sweet 20 sama dengan Miss Granny, sejumlah adaptasi dilakukan untuk membuatnya lebih Indonesia. Misalnya, menghilangkan adegan mabuk­ mabukan dan memperbanyak scene ketika orang yang lebih muda menaruh hormat kepada yang lebih tua.

Menurut Morgan Oey yang berperan sebagai Alan, produser musik ganteng penyuka Mieke, film itu tidak hanya menghibur. ’’Sweet 20 mengajari kita tentang pilihan hidup, cinta, dan cara menjalani masa muda dengan syukur,’’ tuturnya.

Memerankan karakter yang sudah ada dinilai Tatjana dan Morgan sebagai tantangan. Tatjana membawakan peran Oh Doo­ri (Shim Eun­kyung) dan Morgan menghidupkan karakter Han Seung­woo (Lee Jin­wook).

Mereka harus bisa memberikan nilai plus untuk membedakan karakter dari Miss Granny dan Sweet 20. ’’Untungnya, jalan cerita dibuat sesuai dengan budaya pop Indonesia. Jadi, peran kami punya ciri khas,’’ jelas Tatjana. (wil/ind/*)