Beranda Bogor Raya Kesejahteraan Petani masih Minim

Kesejahteraan Petani masih Minim

ILUSTRASI: Salah satu aktivitas petani saat masa panen tiba. Namun, harganya masih terbilang rendah ketika dibeli tengkulak.

CIGOMBONG?Masih banyak petani yang justru harus rela menjadi buruh tani karena lahan pertaniannya habis oleh pembangunan. Penghasilan mereka pun berada di bawah rata-rata. Untuk kehidupan sehari-hari saja terkadang tidak mencukupi.

Sadar akan hal tersebut, puluhan petani dari tujuh kecamatan yakni Cisarua, Megamendung, Ciawi ,Caringin, Cigombong, Cijeruk, dan Tamansari akan menuntut hak-hak mereka yang selama ini tidak begitu dirasakan.
Salah satu petani asal Kecamatan Cigombong, Sukmaedi mengatakan, tujuannya untuk menyampaikan beberapa keluhan kepada Pemkab Bogor. Sehingga kendala-kendala pertanian yang selama ini dihadapi oleh petani dapat diatasi.

“Kami mencoba berdialog dengan para petani untuk menyikapi permasalahan yang ada selama ini,” ujarnya.

universitas ibn khaldun uika bogor

Hal yang sama juga dikatakan petani asal Kecamatan Cijeruk, Iwan. Selama ini program-program pemerintah kurang memperhatikan kepentingan petani. Dari mulai lahan sampai pola tanam, harga jual dan masih banyak lagi. “Mudah-mudahan dengan berkumpulnya ini, ada satu solusi setidaknya kami saling bisa berbagi di antara para petani,” tegasnya.(don/b)