Beranda Bogor Raya Angkot ber-AC Tak Laku

Angkot ber-AC Tak Laku

CIBINONG–Penerapan angkutan perkotaan (angkot) menggunakan air conditioner (AC) telah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor sejak 2009. Namun, hanya untuk sebagian kecil angkot saja.

Kasi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Joko Handrianto mengatakan, angkot tidak diwajibkan menggunakan AC, tetapi saat ini sudah ada beberapa yang memasangnya. Di antaranya angkot jurusan Laladon- Cileungsi sebanyak lima unit, Ciawi- Cileungsi dua unit, dan beberapa unit jurusan Ciawi-Sukasari.

“Saat launching T05 jurusan Laladon- Cileungsi pada 2009, dari 50 unit, kami meminta beberapa menggunakan AC. Akhirnya ada yang bersedia sebanyak lima unit,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (3/7).

universitas pakuan unpak

Namun dinamika di lapangan, kata dia, beberapa masyarakat tidak setuju dengan penggunaan AC. Salah satu alasan nya, ada selisih tarif dan memilih AC tidak dinyalakan. “Jika menggunakan AC tarifnya akan sedikit lebih mahal. Selisihnya kurang lebih Rp1.000,” tuturnya.

Jika mewajibkan angkot ber-AC, ia mengaku agak kesulitan karena masih ada zona perintis. Makanya, kata dia, nanti di peraturan yang baru akan coba pisahkan antara zona perkotaan dan perintisan.

Ia juga sempat mendengar ada program dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk angkot percontohan, misal meng- gunakan AC. Namun itu bukan ins truksi wajib. Hanya mencip takan percontohan kepada masyarakat bahwa seperti apa angkot yang nyaman dan tidak.

“Kalau tidak salah kementerian sudah perkenalan di Kota Bekasi. Kalau memang masyarakat animonya tinggi, kenapa tidak? Hanya memang Kabupaten Bogor sudah pernah sejak 2009,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Angkutan pada Dishub, Dudi Rukmayadi mengung- kapkan, penggu naan AC pada angkot bisa meminimalisasi bahkan mengurangi perokok. Lebih lanjut ia mengatakan, Dishub bersama Dinas Kesehatan juga menerapkan kawasan tanpa rokok, salah satunya di dalam angkot. “Biasanya kalau tidak pakai AC suka nakal (meroko, red) penumpangnya,” katanya.

Secara bertahap, sambung dia, akan menganjurkan sambil melihat jalur. Otomatis jika penumpangnya tinggi, maka setoran mereka juga cukup terpenuhi sehingga dapat dianjurkan. Tetapi jika di jalur-jalur yang berfaktor rendah maka tidak dianjurkan. Sebab, pemasangan AC itu cukup tinggi, di atas Rp 3 juta.(rp2/c)