Beranda Female Evita pAtcey,Peserta Spesial Miss Universe Malaysia Diejek Chipsmore saat Kecil

Evita pAtcey,Peserta Spesial Miss Universe Malaysia Diejek Chipsmore saat Kecil

PENAMPILAN Evita tampak mencolok. Tahi lalat di tubuhnya bukan sekadar noktah, melainkan timbul. Jumlahnya banyak, sangat banyak. Sejak kecil dia menjadi korban bullying karena hal itu. ”Saya sering diejek monster atau chipsmore (kue bertabur chocochip),” ujarnya kepada Elle Malaysia saat sedang mendaftar Miss Universe Malaysia pada Jumat (23/6).

Yang dialami Evita tersebut termasuk langka. Yakni, dikenal sebagai giant congenital melanocytic nevus. Dalam kondisi itu, seseorang terlahir dengan banyak tahi lalat. Walaupun banyak yang menilai bahwa Evita menderita penyakit kulit, dia membantahnya. ”Menurut spesialis kulit saya, ini semua tahi lalat biasa seperti yang ada pada semua orang,” ujarnya.

Awalnya, perempuan 20 tahun asal Sabah itu sedih dengan penampilan fisiknya. Evita mengaku sangat sulit menerima kenyataan bahwa dirinya berbeda dengan gadis-gadis lain. Sifat pemalu dan selalu menghindar terus tumbuh dalam dirinya. Evita tidak nyaman jika harus bersekolah atau muncul di hadapan publik.

universitas pakuan unpak

Akibatnya, dia mengaku kesulitan dalam berteman. Tidak sedikit orang yang
menjauhinya lantaran merasa aneh berinteraksi dengannya. Saat dia bersekolah, seorang guru pernah meminta dua gadis menemani Evita karena kasihan. Namun, keduanya sempat berbisik di belakang Evita bahwa yang mereka lakukan itu seolah?seolah membuat Evita laksana seorang tuan putri. Hal tersebut semakin membuat Evita sakit hati. Dia tidak ingin dianggap spesial sampai ditemani seperti itu. ”Saya semakin kesepian,” ucapnya.

Dia mengaku masa-masa di sekolah dasarnya sebagai waktu terberat baginya. Saking frustasinya, Evita pernah berpikir melakukan operasi penghilangan tahi lalat. Namun, dokter menjelaskan bahwa hal tersebut akan memengaruhi nyawanya. ”Pokoknya berisiko banget,” tutur Evita. Tidak ingin menanggung risiko yang lebih parah, Evita belajar menerima diri sendiri. Saat menjalani kehidupan di SMP dan SMA, Evita mengaku lebih senang.

Teman-teman lebih menerimanya. Mereka lebih terbuka dan tidak menganggap penampilan Evita sebagai hal yang harus ditertawakan atau dijauhi. Orang tua Evita dan para pengajarnya di sekolah pun memberi support. Evita harus mau menerima kekurangan dan percaya diri dengan penampilannya.

”Ibu saya juga menjadi pengajar di sekolah saya. Dia dan guru-guru lain selalu menyemangati saya,” jelas perempuan yang sehari-hari bekerja di sebuah cat cafe itu. Kepercayaan diri semakin didapat Evita setelah mengikuti camp rohani saat berusia 16 tahun. Selain mengasihi orang lain, Evita sadar harus mencintai diri sendiri. ”Saya diajarkan lebih bersyukur. Betul sekali, saya bersyukur tidak mengubah kondisi tubuh saya,” katanya.

Mengenai keikutsertaannya di audisi Miss Universe Malayasia, Evita mengaku
mempunyai misi khusus. Dia ingin mematahkan konsep kecantikan selama ini bahwa cantik itu mulus. Bisa menang Miss Universe Malaysia 2018 merupakan impian Evita sejak lama. ”Saya ingin menampilkan kecantikan dalam bentuk yang lebih unik dan percaya diri,” katanya. (len/c20/ayi)