Beranda Berita Utama Angka Kecelakaan Turun Drastis

Angka Kecelakaan Turun Drastis

JAKARTA–Pengaturan arus mudik dan balik Lebaran 2017 dengan tajuk Operasi Ramadniya memang berjalan efektif. Buktinya, angka kecelakaan sejak H-6 pada Senin (19/6) hingga H+6 Sabtu (1/7) bila dibandingkan dengan tahun lalu menurun 1.211 kecelakaan dengan persentase 30,9 persen.

Muncul apresiasi dari sejumlah pihak atas penurunan angka kecelakaan tersebut.

Sesuai catatan Polri, pada arus mudik dan balik 2016 terjadi 3.916 kecelakaan sejak H-6 hingga H+6. Namun, pada tahun ini hanya terjadi 2.705 kecelakaan. Dengan begitu angka kecelakaan turun 1.211 kejadian. Tentu saja, dengan turunnya angka kecelakaan, jumlah korban juga menurun.
Untuk korban meninggal dunia pada 2016 mencapai 1.093 orang, penurunan mencapai 54 persen dengan angka 502 orang pada arus mudik dan balik tahun ini. Dalam kecelakaan arus mudik dan balik 2017 ada 4.514 kendaraan yang terlibat kecelakaan.

universitas nusa bangsa bogor

Sebagian besar kendaraan yang terlibat kecelakaan itu merupakan sepeda motor dengan angka 3.258 kendaraan. Walau kecela- kaan didominasi sepeda motor, angka kecelakaannya meng- alami penurunan dengan persentase 36,7 persen, dari 5.154 sepeda motor pada 2016 menjadi 3.258 pada arus mudik dan balik 2017.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul mengungkapkan, memang kecelakaan terbanyak terjadi pada sepeda motor. Hal itu dikarenakan sepeda motor memang bukan kendaraan yang ditujukan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik. ”Sejak dulu sudah diimbau untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor,” paparnya.

Ke depan, lanjutnya, tentu perlu dicari solusi agar masyarakat tidak mudik dengan sepeda motor. ”Ini tugas bersama, Polri dan semua kementerian,” terang mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Menurutnya, sebaiknya ma- syarakat yang mudik menggu- nakan kendaraan umum. Mengingat angka kecelakaan kendaraan umum sangat kecil, pada 2017 ini jumlah bus yang terjadi kecelakaan hanya 95 kendaraan. ”Angka itu juga turun dari arus mudik dan balik 2016 yang mencapai 740 kendaraan,” terangnya.

Terkait puncak arus balik, dia menjelaskan bahwa telah dilakukan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan. Untuk di Tol Cipali di km 72 dilakukan pengalihan arus menuju ke Panturan Barat, Cirebon dan Palimanan.

”Dilakukan juga contra flow di area itu,” jelasnya.

Soal penyebab kemacetan, dia mengatakan bahwa selain puncak arus balik, rest area yang overkapasitas telah turut andil dalam kemacetan tersebut. ”Rest area tidak cukup menampung pengendara yang ingin istirahat. Akhirnya, banyak yang berhenti di bahu jalan dan menimbulkan bottleneck atau penyempitan,” ujarnya.

Masa angkutan lebaran 2017 segera berakhir. Posko angkutan lebaran pun akan ditutup hari ini (3/7) pukul 24.00 WIB nanti. Dari kegiatan yang telah berjalan, mulai arus mudik hingga arus balik dinilai jauh lebih baik dari penyelenggaran pada tahun sebelumnya.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menuturkan, keberhasilan ini bisa terwujud karena koordinasi yang baik antar kementerian/lembaga. Yang paling penting, adalah adanya satu komando di lapangan. ”Sebelumnya kan sendiri-sendiri ya. Tahun ini sudah satu komando di Kakorlantas. Jadi, bisa lebih cepat untuk pengambilan keputusan,” tuturnya saat dihubungi, kemarin.(idr/mia)