Beranda Metropolis Cerita Wisatawan yang Gagal ke Kebun Raya Bogor

Cerita Wisatawan yang Gagal ke Kebun Raya Bogor

TELANTAR: Wisatawan yang hendak ke Kebun Raya Bogor hanya bisa pasrah dan menunggu di depan pintu masuk Kebun Raya Bogor, kemarin (30/9). NELVI/RADAR BOGOR

KEKECEWAAN wisatawan tidak lain karena informasi penutupan Kebun Raya Bogor yang amat mendadak. Akibatnya, mereka telantar di sepanjang jalur pedestrian sekitar pintu masuk KRB. Beberapa dari mereka terpaksa makan bekal yang dibawa di pedestrian KRB. Bahkan ada juga yang berbagi makanan kepada turis lokal, juga turis mancanegara.

Penutupan ini pun baru disampaikan manajemen Kebun Raya Bogor pada Jumat pagi (30/6) atas permintaan pasukan pengamanan presiden (paspamres). “Permohonan maaf kami sampaikan kepada seluruh masyarakat yang sudah berencana mengunjungi Kebun Raya hari ini karena permintaan penutupan KRB dari Paspampres yang baru kami terima pagi ini,” jelas Humas KRB-LIPI, Ayi Doni Darussalam, melalui siaran pers.

Pantauan Radar Bogor, informasi penutupan KRB tertempel di setiap pintu masuk KRB. Rencananya, KRB akan dibuka kembali pada Sabtu (1/7). Tak sedikit pengunjung yang sudah datang dari luar kota dan tidak bisa masuk ke KRB merasa sangat kecewa karena tidak mendapatkan informasi sebelumnya.

Salah satunya, Hariyono (32). Ia datang dari Kalideres bersama keluarga untuk kedua kalinya berniat berlibur. Ia pun sudah membawa persiapan untuk keperluan berwisata mulai makanan dan lainnya. “Saya tahunya KRB ditutup hanya setengah hari, berdasarkan informasi yang saya cari di internet,” keluhnya.

Berbeda halnya dengan Tati (54). Dia yang datang dengan kawan-kawan se-RT mengguna- kan kereta dari Bekasi Timur, selain datang untuk berwisata, juga khusus untuk melihat Barack Obama. Mereka datang beramai-ramai dengan dress­ code berwarna merah, serta membawa perlengkapan dan makanan untuk berlibur di KRB. ”Kami enggak tahu kalau KRB akan ditutup seharian. Tadi sudah datang tapi tutup. Kami pikir nanti akan dibuka lagi, sempat berjalan-jalan dulu pas balik ke sini, ternyata tetap tidak bisa masuk,” kata dia.

Tati mengaku datang ke KRB memang khusus untuk dapat melihat Barack Obama. Kekagumannya dengan pria yang pernah tinggal di Indonesia itu, membuat Tati dan teman- temannya bergegas datang ke Kota Bogor.

“Kami kira setelah selesai kunjungan, yang umum diperbolehkan masuk ternyata tidak. Kami sangat mengagumi Barack Obama, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada beliau sudah datang ke Indonesia, ke Istana Bogor ini, dan semoga bisa kembali dengan selamat nantinya,” jelasnya.

Tak jauh berbeda, kekecewaan pun dilontarkan Dina Rahmawati (32) bersama keluarganya yang datang dari Bekasi. Mereka sengaja memilih KRB untuk tempat berekreasi, sebab wahana rekreasi lainnya, seperti Taman Mini, Ragunan, dan Taman Safari sudah sering dikunjungi.

“Kecewa sih kenapa harus disterilkan sampai segininya. Habis dari sini pun kami masih mencari alternatif tempat wisata. Soalnya kasihan anak-anak, sudah datang jauh-jauh,” tuturnya.

Pun dengan Ali Luki dari Tanjung Priuk, yang baru kali pertama ke KRB. Ia mengaku sudah tahu dengan kedatangan Barack Obama ke KRB. Namun, ia mengira KRB hanya akan ditutup tak lebih dari dua jam.

“Kirain hanya satu atau dua jam saja. Untuk pihak KRB, kalau bisa informasinya disebarkan lebih luas lagi. Jadi, masyarakat yang tinggalnya jauh datang ke sini tidak sia-sia seperti ini,” tandasnya.(wil/cr6/c)