Beranda Metropolis Tertibkan PKL, Pemkot Bogor Kerahkan 800 Personel

Tertibkan PKL, Pemkot Bogor Kerahkan 800 Personel

Wali Kota Bogor Bima Arya memasang tali sebagai pemisah PKL dan parkir (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR–Malam takbiran nanti akan dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersih-bersih pedagang kaki lima (PKL) ribuan lapak PKL akan menjadi target penertiban, mulai PKL di Jalan Sawo Jajar, MA Salmun, dan Dewi Sartika. Penertiban PKL saat malam takbiran kini memang sudah rutin dilakukan di tiap tahunnya.

Asisten Pemerintahan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, penertiban PKL sudah sesuai dengan Perda Ketertiban Umum No 13. Namun, saat ini dalam pelaksanaannya masih terkendala, khususnya soal relokasi. Pasar Jambu Dua yang ditargetkan jadi relokasi, nyatanya masih belum maksimal.

“Pembersihan saat malam takbiran itu, dengan harapan habis Lebaran tidak ada lagi. Jadi bukan hanya saat lebaran, tapi kebiasaannya pascalebaran muncul lagi. Mau bagaimana enggak ada lagi, mereka (PKL, red) berjualan di situ,” kata Hanafi.

universitas pakuan unpak

Menurutnya, setiap tahun sebelum penertiban PKL pada malam takbiran, sudah ada imbauan kepada pedagang sebelumnya dari Satpol PP. Yang jelas, untuk para PKL komoditas basah, seperti sayur dipastikan sudah tidak ada.

“Kami akan berhadapan dengan komoditas kering, seperti pakaian. Untuk jumlah personel gabungan dari Polresta, Dishub juga Satpol PP,” jelasnya.

Selain PKL, pihaknya juga akan menertibkan kantong-kantong parkir liar yang kerap berkesinam­bungan dengan keberadaan PKL. Sementara, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Rantau Isnur Eka mengatakan, pihaknya telah mengerah­kan 800 personel menjelang Lebaran, dengan fokus di 12 pos pengamanan. Satu di antaranya Pos Pelayanan Terpadu yang berada di Terminal Baranangsiang.

“Yang dimaksud Pos Pelayanan Terpadu, itu di dalamnya ada elemen terkait, seperti Dishub, Satpol PP juga kesehatan. Fungsinya untuk peristirahatan khusus jika pemudik kecapekan,” kata Rantau.

Selain itu, Lebaran kerap menyisakan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Nah, antisipasi adanya aksi kriminal, sambung Rantau, setiap polsek akan meningkatkan patroli. Misalnya, yang tadinya lima kali menjadi delapan kali patroli. Pun petugas piket, dari 12 menjadi 20 orang.

“Kerawanan di daerah kota menjelang Lebaran biasanya masalah tawuran. Terutama di Gang Aut, Kampung Sawan, juga Yasmin yang sering tawuran. Lebih baik takbiran di masjid masing-masing,” kata dia.

Dia memperkirakan, puncak malam takbiran akan berpusat di jalur sistem satu arah (SSA), Jalan Pajajaran hingga menuju Tajur. “Antisipasinya, ya, rekayasa jalur yang sifatnya situasional,” tandasnya.(wil/c)