Beranda Berita Utama Angka Kejahatan Meningkat Jelang Lebaran, Polisi Terapkan ‘Jam Malam’

Angka Kejahatan Meningkat Jelang Lebaran, Polisi Terapkan ‘Jam Malam’

Pemudik mengunggu bus di salah satu agen di Cibinong (Sofyansyah/ Radar Bogor)

BOGOR – Warga Bogor mesti lebih waspada. Sepekan jelang Lebaran, aksi kejahatan terus meningkat. Berbagai modus dilakukan para pelaku kriminal terhadap sasarannya. Di antara mereka bahkan kerap nekat melukai korban.

Data yang dihimpun Radar Bogor, dalam dua pekan terakhir, Satreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap sejumlah kasus kriminal. Di antaranya, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat sebanyak dua unit, dan empat unit kendaraan roda dua. Tak hanya itu, polisi menangani kasus pencabulan dan penipuan ATM bermodus call center.

Kondisi ini memang fenomena yang kerap terjadi jelang Lebaran. Dari tahun ke tahun, angka kejahatan terus meningkat. Pada 2016 lalu, jumlah pelapor mencapai 277 orang. Jumlah tersebut terbagi atas 217 kasus pencurian kendaraan roda dua, dan 55 kasus pencurian kendaraan roda empat. “Berbagai upaya terus kami lakukan, agar kejadian seperti ini tidak menimpa orang lain,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna Jaya kepada pewarta.

universitas pakuan unpak

Momen yang sama di tahun sebelumnya, tercatat 150 kendaraan yang dilaporkan hilang. Ada sebanyak 84 kasus pencurian kendaraan bermotor roda dua, dan 66 kasus pencurian kendaraan roda empat.

Untuk itu, Ulung mengimbau warga selalu waspada. Di sisi lain, pihaknya terus menggeber langkah antisipasi melalui razia dan patroli skala besar.
”Ini untuk menjaring para pelaku kriminal di jam-jam yang rawan. Sekitar jam 1–4 pagi,” tuturnya.

Selain kasus pencurian, berdasarkan hasil patroli yang dilakukan, petugas kerap kali menemukan masyarakat yang berkerumun membawa senjata tajam. Untuk itu, setiap ada warga yang kerumun di atas pukul 23.00 WIB pihaknya akan segera membubarkan.

“Jadi, warga Bogor harap maklum, tengah malam di atas jam 12 itu, setiap ada yang berkerumun, kumpul-kumpul pasti kita periksa dan geledah,” kata Ulung.

Selain itu, ada juga penjaringan terhadap geng motor yang memarkirkan kendaraan-ken­daraannya di tepi jalan. Sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat akan diangkut ke Mapolresta Bogor Kota untuk diperiksa.

“Diambilnya setelah Lebaran. Jadi, kami imbau kepada masyarakat untuk memberita­hukan kepada putra-putranya jangan keluar malam apalagi lewat dari jam 12 malam,” pintanya.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Bogor. Jelang Hari Raya Idul Fitri, tingkat kejahatan meningkat. Terlebih, tindak kriminal pencurian rumah kosong, perampokan, curanmor hingga pembegalan. Seperti di Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Dua wilayah kecamatan ini dinilai sebagai lokasi rawan tindak kriminal.

Data dari unit Reskrim Polsek Cigudeg, sudah terjadi delapan kasus pencurian selama beberapa pekan ke belakang. Baik curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan).

“Dari Januari hingga Mei 2017, terjadi dua kasus curat, dua kasus curas dan empat kasus curanmor,” kata Kanit Reskrim Polsek Cigudeg, AKP Asep Saepudin kepada Radar Bogor, kemarin (20/6).

Terkait pengamanan Lebaran, Polsek Cigudeg meningkatkan patroli mulai menjelang sahur hingga subuh. Jumlah personel yang disebar sebanyak 26 orang.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, anggota kepolisian difokuskan untuk mengamankan lingkungan warga. Semua unsur Polri pun dilibatkan dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Nantinya, kata Dicky, tidak semua anggota melakukan operasional. Ada pula anggota yang membantu menjaga markas serta tahanan. Seluruh tahanan polsek pun akan dipindahkan ke Mako Polres Bogor. Tujuannya, agar penjagaan narapidana lebih terfokus pada satu titik.

“Kalau sudah dipindahkan anggota polsek bisa lebih fokus melakukan pengamanan operasional di wilayah hukumnya masing-masing,” ujar Dicky saat ditemui setelah mengikuti rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkomida) di gedung Setda ruang serbaguna I, kemarin (20/6).

Rumah kosong juga menjadi prioritas. Sebab, selain ditinggal mudik pemiliknya dan menjadi target pencurian, dikhawatirkan juga banyak panel listrik yang belum diamankan. Sehingga, hal itu dapat menimbulkan kebakaran. “Jika terjadi kebakaran kan semuanya akan kerepotan dan mengganggu kamtibmas. Ini yang jelas-jelas harus kita antisipasi,” tuturnya.

Untuk masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran, lanjutnya, jika ingin menitipkan kendaraannya di polsek setempat itu sangat diperbolehkan. Ia juga mengimbau masyarakat jika memiliki barang berharga seperti perhiasan atau uang tunai agar disimpan di tempat aman, seperti di bank.

”Kunci rumah juga dititipkan kepada tetangga atau saudara terdekat agar dapat selalu diperiksa, terutama panel listrik agar tidak tumpang tindih,” tandasnya.(rp1/all/rp2/d)