Beranda Bogor Raya Ratusan Petugas Jaga Rumsong Perketat Keamanan selama Mudik Lebaran

Ratusan Petugas Jaga Rumsong Perketat Keamanan selama Mudik Lebaran

CIBUBUR–Jalanan di sekitaran Cibubur tampak tak seperti biasanya. Pagi hari hingga siang kemarin (19/6) sudah terlihat sepi, baik kendaraan maupun penghuni kompleks. Artinya, banyak warga Cibubur yang sudah pulang kampung. Lalu, bagaimana dengan rumah yang mereka tinggal alias rumah kosong (rumsong)?

PT Sinarmas Land Kota Wisata sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiagakan petugas keamanan saat warganya mudik. Lebih dari 300 petugas keamanan disiaga­kan di 32 cluster di Kota Wisata.

“Kalau bicara soal pengamanan, kami tak merubahnya sedikit pun, mau sebelum atau sesudah Lebaran. Anggota kami tetap, kecuali ada event tertentu. Pengamanan tak mungkin kami kosongkan, malah diting­katkan,” ujar Head Estate PT Sinarmas Land, Hogeny kepada Radar Cibubur.

universitas ibn khaldun uika bogor

Para petugas kemanan, kata dia, diarahkan lebih sigap dan merutinkan patroli. Sebab, banyak kecolongan–kecolongan yang merugikan warga Kota Wisata. “Sekarang ini ada 13 ribu penghuni dari 32 cluster dan 32 paguyuban warga,” terangnya.
“Paling sedikit ada sembilan sekuriti di setiap cluster, sistemnya shift. Ada CCTV di setiap perempatan dan di beberapa cluster sudah dilengkapi CCTV, terutama di titik vital,” sambungnya.

Di dalam Kota Wisata sendiri, ada empat titik keluar masuk yang perlu penjagaan lebih. Petugas diharapkan mampu berkoordinasi dengan baik, sehingga saat terjadi sesuatu dalam kompleks, para petugas di akses keluar masuk segera menutup ruang pelaku.
“Dengan begitu kami masih bisa kontrol, bisa langsung terdeteksi. Kalau patroli, pihak kepolisian tetap masuk untuk ikut. Sebulan sekali kapolsek juga sering briefing petugas keamanan. Semua saling terkoneksi,” jelasnya.

Ada dua jenis cluster di Kota Wisata, yang mandiri atau tidak. Meski begitu, pihak manajemen mewajibkan minimal lebih dua hari setelah meninggalkan rumah harus segera menginfomasikannya ke sekuriti setempat.

“Banyak kejadian juga adanya orang dalam. Makanya, sekuriti Kota Wisata harus diseleksi. Kami mewajibkan harus menginfokan ke manajemen, jangan sampai ada masalah penuh intrik dari petugas keamanan,” tukasnya.(dka/c)