Beranda Bogor Raya Jembatan Alternatif Terancam Ambruk

Jembatan Alternatif Terancam Ambruk

INFRASTRUKTUR: Para pengendara yang melintasi jembatan alternatif Desa Jonggol, yang menghu­bungkan Kampung Cigundul dan Kampung Cigaita, harus ekstra hati-hati karena di beberapa bagian kondisinya sangat memprihatinkan. Azis/Radar Bogor/c

JONGGOL–Belum lama diperbaiki, jembatan alternatif yang terbuat dari bambu di Desa Jonggol, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, jembatan ini berfungsi menghu­bungkan Kampung Cigundul dan Kampung Cigaita.

Beberapa pagar jembatan nampak patah. Pagar pelindung di sisi kiri dan kanan sudah tak beraturan. Jembatan itu hanya bertumpu pada bambu di posisi dasar yang juga nampak telah usang.

“Dananya masih kurang untuk memperbaiki jembatan ini,” ujar salah seorang pengelola jembatan, Nasihin kepada Radar Bogor, kemarin. Menurutnya, pemberian dari pengendara belum mencukupi untuk perbaikan. Apalagi tingkat partisipasi pengendara semakin minim.

universitas nusa bangsa unb

“Yang lewat tidak wajib bayar, jadi, seikhlasnya mereka kasih uang. Jadinya sulit dipastikan kapan bisa jembatan ini diperbaiki,” tuturnya. Meski belum diperbaiki, kata Nasihin, kondisi jembatan masih memungkinkan digunakan.

Terlebih, penggunaan jembatan diatur petugas pengelola. “Sekarang, kalau mau lewat jembatan itu satu per satu bergantian,” terangnya. Ini juga untuk memastikan keselamatan para pengendara.

Polsek Jonggol beserta warga beren­ca­na mengadakan kerja bakti mela­kukan peremajaan jembatan alternatif yang terbuat dari bambu itu. Jembatan alternatif ini sangat berguna pasca amblesnya Jembatan Cipamingkis yang menghubungkan Jonggol dan Cariu.
Kerja bakti ini akan dilakukan dalam waktu dekat. “Para tokoh masyarakat telah sepakat. Kami akan adakan kerja bakti memperbaiki jembatan,” ujar Kapolsek Jonggol, Kompol Agus Supriyanto.

Menurutnya, peremajaan jembatan harus dilakukan karena intensitas lalu lintas pengendara cukup tinggi. Terlebih lagi, material dasarnya adalah bambu.

“Meski pembuatannya terlihat kokoh, peremajaan tetap harus dilakukan. Jangan sampai memakan korban,” tukasnya.

Apalagi, sejak amblesnya Jembatan Cipamingkis pada 13 April lalu, tak ada lagi akses menuju Cariu atau sebaliknya. Jembatan alternatif ini dibangun secara swadaya masyarakat setempat, tanpa bantuan pemerintah. Berkat swadaya, warga berhasil membangun jembatan alternatif di Desa Jonggol.(azi/c)