Beranda Metropolis Harga Meroket Jelang Lebaran

Harga Meroket Jelang Lebaran

BOGOR–Enam hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, pusat perbelanjaan sudah mulai dipadati pengunjung. Sudah menjadi hal yang lumrah pula, setia menjelang perayaan Idul Fitri harga-harga serba naik.

Seperti yang disebutkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Achsin Prasetyo. Ia mengatakan, jelang Lebaran, harga kebutuhan pokok selalu mengalami kenaikan.

Menurutnya, di momen jelang Lebaran ini, ada kenaikan harga berkisar 10–20 persen.

“Rata-rata yang mengalami kenaikan itu, seperti daging beku, minyak goreng, sama gula pasir. Memang ada sedikit yang mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,” jelasnya kepada Radar Bogor kemarin (19/6).

Terutama, harga gula pasir. Dari semula Rp12.500 per kilogramnya, kini merangkak naik menjadi Rp14 ribu. Naik sebesar 20 persen.

Namun, menurutnya, kondisi harga jelang Lebaran tahun ini relatif lebih stabil dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, dalam sidak yang dilakukannya bersama wali kota ke mal dan pasar tradisional, dirinya tidak menemukan suatu hal yang mengganjal. “Tahun sekarang lebih stabil dari tahun sebelumnya,” kata Achsin.

Sementara itu, Divisi Manager Fresh Giant Botani Square Yusuf menjelaskan, meski Lebaran masih enam hari lagi, Giant sudah ramai dipadati pembeli. Namun, menurutnya, jumlah pengunjung yang sekarang belum seberapa jika dibandingkan dengan pengunjung pada lima hari sebelum hari raya. “Peningkatan penjualan sudah pasti, nanti baru kelihatan H-4. Paling sekarang hanya 10 persen. Kalau H-4 bisa sampai 100 persen,” jelasnya.

Pihaknya sengaja mengantisipasi lonjakan pengunjung dengan memperbanyak jumlah stok barang. Terlebih, ketersediaan daging yang kerap diburu masyarakat di akhir-akhir Ramadan. Untuk itu, di momen libur lebaran kali ini, pihaknya menyediakan stok daging sapi sebanyak 12 ton untuk persediaan seminggu. “Penjualan daging yang tadinya sekitar ratusan kilogram, di momen Lebaran bisa sampai berton-ton. Kami siapkan 12 ton untuk stok satu minggu,” terang Yusuf.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengantisipasi kepadatan pengunjung dengan cara memperbanyak jumlah kasir. “Kami sudah siapkan sekitar 50 kasir,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya sengaja melakukan sidak pangan guna memastikan keamanan tersedianya berbagai makanan di pasar modern maupun tradisional.

“Kami periksa tanggal kedaluwarsanya, kehalalannya, dicampur daging babi atau tidak, mengandung bahan kimia atau tidak. Sejauh ini tidak ditemukan,” ujarnya.

Meski tidak mendapati adanya pelanggaran, dirinya berharap, melalui sidaknya tersebut para pedagang akan gentar melakukan kecurangan. Sehingga, tidak terjadi praktik-praktik culas ketika memasuki momen Idul Fitri. “Paling tidak bisa mengingatkan kepada pengelola agar memperhatikan itu,” tandasnya.(rp1/c)