Beranda Berita Utama Arus Mudik Terus Meningkat

Arus Mudik Terus Meningkat

MUDIK LEBIH AWAL: Para pemudik mulai meninggalkan Bogor menggunakan armada bus antarpulau, di sejumlah biro perjalanan bus di Kota Hujan, kemarin (19/6).Sofyansyah/Radar Bogor

JAKARTA–Geliat arus mudik makin terasa. Ruas tol Cipali menjadi jalur tol utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dari arah Jakarta. Rinaldi, direktur operasional PT Lintas Marga Sedaya, operator Tol Cipali, mengatakan bahwa sejak H-9 lalu, peningkatan jumlah kendaraan yang melewati ruas tol sepanjang 116,8 kilometer itu sudah terlihat.

”Bisa dikatakan naik hampir 100 persen dari traffic biasanya. Biasanya itu 30 ribuan. Kemarin sudah sampai lebih dari 50 ribu kendaraan,” kata Rinaldi kemarin (19/6).

Rinaldi menilai hal tersebut merupakan kabar yang menggembirakan. Dengan makin majunya arus mudik mengalir, makin kecil juga kemungkinan terjadi kema­cetan dan penumpukan parah di hari-hari menjelang Lebaran. ”Kalau semua pemudik memilih untuk mudik di akhir-akhir, itu sudah pasti jadi masalah. Sekarang, sejak awal juga sudah terlihat peningkatan arus ke arah timur. Ini kabar baik,” kata dia.

universitas ibn khaldun uika bogor

Sejak awal, pemerintah memang sudah mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal. ’’Coba kita hindari agar tidak semuanya mudik mulai tangal 23,’’ terang Menkominfo Rudiantara usai bertemu Presiden di Istana Merdeka kemarin. Pemerintah mengimbau agar pemudik sebisa mungkin berangkat lebih awal, mengingat 23 Juni mendatang merupakan puncak mudik.

Pemerintah maupun swasta sudah menyiapkan sekitar 1000 bus untuk program mudik gratis. Kemarin, bus-bus tersebut diberangkatkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kapolri pun melaporkan bahwa sejak kemarin trafik mudik mulai terlihat. Masyarakat juga sudah terbantu dengan aplikasi Ayo Mudik.

Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 23 Juni mendatang. Jasa Marga memperkirakan sebanyak 120 ribu kendaraan dari arah Jakarta akan melewati pintu tol Cikarang Utama lalu akan terpecah ke arah utara melewati tol Cipali dan ke arah selatan melewati tol Cipularang. ”Perkiraan kami, pada puncak arus mudik, akan ada lebih dari 60 ribu kendaraan yang akan keluar di gerbang tol Palimanan,” kata Rinaldi.

Di bagian lain, sebanyak 300 mobile BTS (base transceiver station) dari seluruh operator seluler akan disebarkan ?di titik-titik rawan kemacetan mudik. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya gangguan komunikasi seluler selama masa mudik berlangsung. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa kelancaran telekomunikasi bergantung pada kelancaran transportasi. Dengan padatnya arus transportasi, layanan komunikasi pun rawan terganggu.

”Kalau macet, sistem tidak bermasalah pun, sinyal bisa macet karena semua menggunakan ponsel dalam waktu bersamaan,” kata Rudiantara pada konferensi pers di kantor Kemkominfo kemarin. Itu karena, setiap orang ingin mengabarkan kepada keluarganya di mana posisi mereka, atau sekadar online untuk menghabiskan waktu sembari menanti kemacetan terurai.

Ada dua jenis lokasi yang menjadi fokus penempatan BTS mobile. Pertama, kawasan blank spot di jalur-jalur tol fungsional maupun jalur alternatif di sekitar jalan nasional. Kedua, kawasan yang jaringannya normal, namun diprediksi terjadi peningkatan trafik penggunaan internet. (byu/and)