Beranda Metropolis Manusia Satu Abad asal Bogor Selalu Jauhi Daging-dagingan

Manusia Satu Abad asal Bogor Selalu Jauhi Daging-dagingan

Nanin, Manusia Satu Abad Asal Bogor (Nelvi / Radar Bogor)

BOGOR- Namanya Nanin, kini usianya sudah menginjak 115 tahun. Meski telah hidup lebih dari satu abad, Nanin masih tampak segar bugar. Tak tebersit raut lesu atau sakit di wajahnya. Nenek yang sudah punya enam cicit itu memang tak mengidap satu pun penyakit kronis. ”Nggak ada asam urat, kolesterol, atau kencing manis,” tutur Lasmini (51), anak bungsunya, kemarin (18/6).

Raga sehat nenek yang tinggal di RT 01/07 Kelurahan Sempur itu tentu memiliki rahasia. Sejak muda, Nanin hanya suka mengonsumsi makanan laut. Dia mengaku tak pernah mau mengecap daging-dagingan. Karena itu pula, jika dapat rezeki nasi kotak, Nanin tak menyentuhnya sama sekali. ”Soalnya, nasi kotak biasanya ada daging atau santannya,” lanjut Lasmini. Akhirnya, jatah nasi kotak Nanin selalu dimakan anak-anaknya.

Zaman penjajahan dan kemerdekaan juga dirasakan langsung oleh Nanin yang saat itu masih tinggal di kampungnya, Leuwiliang Kabupaten Bogor. Sayang, dia tak begitu terlibat dalam peristiwa besar itu. Ketika proklamasi pun, Nanin mengaku tak ingat apa yang dia lakukan. Yang jelas, dia tahu bangsanya sudah merdeka dari siaran radio.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Nanin menuturkan, rahasianya berumur panjang hingga sekarang adalah tak pernah meninggalkan salat. Setiap hari dia selalu salat lima kali tanpa bolong. Itu pun ditambah salat Tahajud setiap tengah malam. ”Pokoknya, kegiatannya setiap hari itu cuma tidur sama salat,” tutur Lasmini.
Tak cukup menunaikan salat di rumah, Nanin selalu pergi ke masjid. Kadang sendirian, kadang diantarkan anak-cucunya. Bila kuat, dia berjalan sendiri dengan bantuan tongkat. Kadang pula didorong dengan kursi roda.

Nanin juga dikenal selalu ngeyel kalau urusan ibadah. Ibu beranak 9 itu mengaku tak pernah membatalkan puasanya. Bahkan, ketika sakit pun, Nanin tetap bersikukuh menjalankan puasa. ”Sudah dinasihati dokternya supaya minum obat, tapi saya tidak mau sebelum berbuka puasa,,” katanya. Di luar bulan Ramadan pun, dia selalu berpuasa Senin-Kamis.

Sebagai orang yang taat beribadah, dia merasa ibadahnya masih belum lengkap. Sebab, keinginannya untuk menunaikan ibadah haji belum terwujud. Dia berharap, selagi masih diberi usia panjang, bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.(rp1/c)