Beranda Metropolis Pengadaan Genset RSUD Capai Rp800 Juta

Pengadaan Genset RSUD Capai Rp800 Juta

BOGOR–Gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, rupanya, baru bisa difungsikan dua bulan mendatang. Meski struktur bangunan sudah selesai, ada beberapa bagian vital yang membuat bangunan tersebut tak lantas bisa digunakan. Salah satunya, instalasi genset. Kini, proses pengadaan instalasi genset tengah berlangsung di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Ditaksir, biaya pengadaannya mencapai harga Rp800 juta.

Wakil Direktur (Wadir) RSUD Kota Bogor, Iman mengatakan, bangunan seluas 6.023 meter persegi itu baru bisa ditempati dua bulan kemudian setelah pemasangan instalasi genset. “Sekarang masih dalam masa pemeliharaan terakhir yang dilakukan PT Adhi Karya, dan akan selesai hingga 20 Juni. Kita memanfaatkan gedung apabila sudah difasilitasi untuk instalasi genset karena memakan waktu dua bulan,” jelasnya kepada Radar Bogor kemarin (15/6).

Dengan dibangunnya gedung Blok 2 ini, maka RSUD Kota Bogor memiliki tambahan sebanyak 89 tempat tidur dengan 33 ruang rawat inap yang semuanya kategori kelas tiga. Selain itu, bakal ada pembangunan gedung tahap dua yang hingga sekarang masih dalam proses lelang. Pembangunan tahap dua itu akan dilakukan tepat di samping bangunan Blok 2 RSUD Kota Bogor. “Tahap kedua akan dibangun gedung empat lantai khusus untuk rawat inap. Akan kena 64 kamar eksisting, nanti akan direlokasi ke gedung baru. Karena target pembangunan kita bisa mencapai 500 tempat tidur, sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman yang melakukan sidak ke gedung Blok 2 RSUD Kota Bogor, memeriksa struktur bangunan mulai lantai 1 hingga 3. Ia ingin memastikan kondisi gedung itu sebelum diserah-terimakan kepada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kota Bogor. “Saya melihat kondisi RSUD, karena pasca serah terima sepenuhnya, jadi tanggung jawab rumah sakit. Di gedung baru akan melengkapi pelayanan RSUD dengan tersedia ICU, UGD, ruang operasi dan rawat inap, sehingga harus bisa berfungsi dan terus dilakukan evaluasi pe­meliharaan,” ujarnya.

Namun, menurutnya, ada beberapa bagian yang harus segera diselesaikan, yaitu utilitas, pemasangan plafon serta pencahayaan. “Target manajemen RS, pembangunan selesai pada 20 Juni. Sehingga pada 1 Juli sudah menjadi kewajiban RS untuk memanfaatkan bangunan,” kata Usmar.

Ada beberapa ruangan pada gedung Blok 2 RSUD Kota Bogor, yaitu ruang operasi dan ruang rawat inap. Selain itu, juga akan digunakan sebagai tempat relokasi karena bakal terdampak pembangunan gedung tahap dua. “Setelah gedung ini digunakan, kita bersiap untuk pembangunan blok selanjutnya karena sekarang sudah masuk tahap lelang. Yang pasti, operasional gedung baru akan segera direalisasikan,” tandasnya.(rp1/c)