Beranda Berita Utama Cerita Korban Kecelakaan Turunan Tol BORR

Cerita Korban Kecelakaan Turunan Tol BORR

Kecelakaan hebat mengejutkan publik Bogor sore kemarin. Di jam-jam macet bilangan Sholeh Iskandar, truk tangki semen curah B 9607 SCG meluncur kencang dari atas Tol BORR dan menghajar sepuluh mobil di depannya. Secara kasatmata, Avanza merah B 1288 FMO adalah kendaraan yang paling ringsek dan nyaris tak berbentuk. Beruntung, empat orang dewasa dan bocah empat tahun di dalamnya, selamat hanya dengan luka ringan.

FITRIANI (33) berkali-kali mengucap syukur sembari memegangi pahanya yang tampak membengkak. Bersama tiga kerabat dan keponakan yang masih empat tahun, warga Perumahan Citra Permata Regency Cikampek, Blok A22 No 7, Kota Baru, Kabupaten Karawang, itu hanya bisa duduk termangu, di pelataran ruko tak jauh dari lokasi kecelakaan yang baru dialaminya.

“Tunggu keluarga dari Cikampek. Kan jauh. Gak apa-apa, di sini saja,” tuturnya dengan wajah meringis.

penerimaan mahasiswa-unpak-universitas-pakuan

Luka sayatan kaca tampak memerah di wajah, telapak tangan, hingga kaki. Serpihan beling kecil juga masih tersisa menempel di baju. Fitri -sapaannya- tak bisa duduk bersila. Kakinya tak bisa ditekuk, dan dibiarkan selonjor di ubin ruko. Di sampingnya, Dian Mardiana (34) tampak lebih tenang ketimbang Fitri. Juga, Raka Naraya (4) putra Dian, sudah lebih tenang ketika diajak bicara pewarta. “Saya duduk depan, samping sopir. Saya ikut kejepit. Kami paling parah,” kata dia.

Kepada Radar Bogor, Fitri menuturkan, ia bersama kerabatnya itu, dari Cikampek dalam perjalanan menuju kediaman keluarga di Cimanggu, Kota Bogor. Sama seperti korban lain, kendaraan mereka yang disopiri Budi (34), terjebak macet di turunan Tol BORR kawasan Sholeh Iskandar. “Tiba-tiba brakkk.. berguling-guling, gelap mata saya, sudah pasrah saya gak selamat ini,” tuturnya.

Mobil yang ditumpanginya dihantam dari belakang dan menghantam mobil di depannya. Fitri dan kerabatnya tergencet di dalam mobil. “Kami terseret-seret dari atas sampai bawah, menabrak semua di depan, terguling-guling. Untung mobil boks berhenti, truknya ketahan,” ungkapnya.

Mengingat kejadian yang menimpa sembari melihat kondisi mobilnya, Fitri nyaris tak percaya dirinya dan penumpang lain masih selamat. Untuk itu, di setiap akhir ucapannya, selalu terselip kata syukur. Hingga pukul 17.00, belum ada keluarga mereka yang menjemput. Fitri mengaku sakit di kakinya makin terasa menyiksa. Pewarta kemudian meminta petugas untuk membantu membawanya ke rumah sakit.

Oom (52), saksi mata, hampir tak percaya Fitri dan penumpang di mobil Avanza merah B 1288 FMO bisa selamat. Dia menyaksikan langsung bagaimana kecelakaan mengerikan itu terjadi. Mulai dari mobil pengangkut ayam yang terguling dan melempar seorang pedagang asongan, hingga satu per satu mobil yang terjebak macet terpental dihajar truk semen.

“Langsung ditabrak minggir satu-satu. Ditabrak terguling, ditabrak terguling. Ngeri deh. Gak tega lihat mobilnya. Sopirnya (Avanza yang ditumpangi Fitri) alhamdulillah seger. Ada korban pedagang dibawa ke Rumah Sakit Islam,” tukasnya menggebu.(ric)