Beranda Metropolis Satpol PP Tindak Rumah Makan tak Bertirai

Satpol PP Tindak Rumah Makan tak Bertirai

DITUTUP: Satpol PP Kota Bogor melakukan razia tempat makan yang tidak menyediakan tirai saat siang hari, kemarin (12/6).

BOGOR–Bulan Ramadan seharusnya menjadi momen saling menghormati antar sesama. Termasuk, menghormati orang yang sedang berpuasa. Namun, ada saja rumah makan yang membandel dan nekat membuka usahanya tanpa menutupnya dengan tirai. Alhasil, rumah makan tersebut ditindak oleh Satpol PP Kota Bogor kemarin (12/6).

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional (Dalops) Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah mengatakan, pihaknya sengaja melakukan penertiban untuk memberikan peringatan kepada para pedagang. Penertiban dilakukan agar para pedagang makanan tidak berjualan secara terbuka. “Saya sudah perintahkan untuk menutup tirai kepada srikandi Satpol PP agar tidak ada yang berjualan secara terang-terangan. Jadi, setiap pedagang diwajibkan menggunakan tirai selama bulan Ramadan,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Ia menjelaskan, aturan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Menurutnya, para pedagang makanan juga sudah mengetahuinya. Karenanya, melalui penrtiban tersebut pihaknya juga melakukan sosialisasi, untuk tempat makan yang belum bertirai harap segera dipasang. “Ya, sudah diberikan pemberitahuan khusus untuk warung makan wajib menggunakan tirai,” terangnya.

universitas pakuan unpak

Tempat-tempat yang menjadi sasaran, antara lain, Jalan Pajajaran, Jalan Merdeka, serta Presiden Theater. Satpol PP Kota Bogor juga sengaja menyiapkan tirai untuk dipasang di tempat makan yang belum bertirai.

Tak hanya pedagang makanan, pihaknya juga menertibkan beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar. Sesuai Perda No 9 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum (Tibum), para pelanggar dikenakan denda maksimal Rp50 juta dan kurungan maksimal 3 bulan. “Tetapi, penetapannya tergantung pada hakim,” ujarnya.

Dalam penertiban tersebut, pihaknya menurunkan dua peleton personel dengan menyisir ruas-ruas jalan Kota Bogor. “Kalau penertiban PKL ini sudah menjadi rutinitas, karena kami ingin membersihkan trotoar dari PKL,” tandasnya.(rp1/c)