Beranda Bogor Raya Barat Utara Penderita Gizi Buruk Wafat, Rosidi Idap TB Paru

Penderita Gizi Buruk Wafat, Rosidi Idap TB Paru

BERDUKA: Keluarga Rosidi masih meratapi kepergian bocah berusia sembilan tahun itu akibat komplikasi gizi buruk dan tuberkulosis (TB) paru.

PARUNGPANJANG–Rosidi (9), penderita gizi buruk (gizbur) yang tinggal di Kampung Pasir Bereum RT 03/04, Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, mengembuskan napas terakhir, Kamis (8/6) malam. Musababnya, korban juga menderita penyakit tuberkulosis (TB) paru.

Ibu tiri korban, Intan Susanti (32) mengatakan, sejak usia tiga tahun Rosidi diurus olehnya hingga ajal menjemput. Saat divonis menderita gizi buruk pun, ia secara rutin melakukan pengobatan untuk almarhum. Bahkan saat dibawa ke puskesmas, ternyata memiliki penyakit TB paru.

Ia mengaku sangat kehilangan Rosidi, karena sudah hampir empat tahun mengurusnya. Sebelum mangkat, almarhum tidak dalam kondisi sakit. Pada malam harinya dia menangis tanpa sebab. Sekitar pukul 11.00 WIB, korban bangun lalu disuapi makanan olehnya. “Saya cek ternyata dia panas. Setelah saya kasih obat, demamnya turun,” tuturnya.

universitas pakuan unpak

Kemudian, lanjutnya, sekitar pukul 15.00 WIB, Rosidi menangis dan tidak mau makan. Itu terjadi karena suhu panas tubuhnya kembali naik. Tidak lama setelah itu, almarhum wafat sekitar pukul 18.00 WIB. “Di rumah tidak ada anak laki-laki lagi karena semua sedang bekerja,” lirihnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Parungpanjang Aliyudin menuturkan, almarhum sebelumnya telah mendapatkan penanganan dari pihak desa, kecamatan, hingga puskesmas. Bahkan secara rutin diberikan tambahan makanan dari dokter khusus.

Beberapa waktu lalu, korban juga telah mendapat penanganan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor berupa bantuan susu dan makanan untuk balita. “Penyakit yang menyerang paru-parunya terjadi sejak korban balita akibat lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sejak awal telah mengetahui ada seorang anak penderita gizi buruk di Desa Jagabaya. Sebab, kepala desa telah menginformasikan ke pihak kecamatan sejak jauh-jauh hari. “Namun memang telah takdirnya tidak berumur panjang,” tukasnya.(rp2/c)