Beranda Ekonomi Mobil Bekas Diburu Hadapi Mudik

Mobil Bekas Diburu Hadapi Mudik

JUAL: Showroom mobil bekas di kawasan Jalan Pahlawan menjajakan berbagai kendaraan roda empat.

BOGOR–Kebutuhan transportasi menjelang mudik Lebaran meningkat drastis. Bukan hanya permintaan unit kendaraan baru, mobil bekas juga dilirik jika bujet terbatas. Model MPV masih menjadi primadona yang paling dicari konsumen. Kehadiran mobil-mobil low cost green car (LCGC) memang berimbas pada penjualan mobil bekas. Namun, mobil bekas tidak sepi peminat.

Menilik traffic penjualan di WTC Mangga Dua, penjualan mobil bekas meningkat 100 persen sejak Mei lalu. ’’Kalau biasanya hanya 300-an unit per minggu, saat ini penjualannya sudah sampai 500–600 unit seminggu,’’ kata Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih.

Tren peningkatan penjualan mobil bekas diperkirakan berlanjut sampai mendekati masa-masa Lebaran. Herjanto memprediksi, dalam sebulan, penjualan bisa mencapai 2.800-an unit. Karena digunakan untuk Lebaran, mobil bekas yang paling laris adalah mobil keluarga.

universitas ibn khaldun uika bogor

’’Masih Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Innova, sama Nissan Grand Livina yang banyak dicari. Harganya masih terjangkau dan mobilnya bisa mengangkut banyak penumpang. Peningkatan Lebaran nanti kami prediksi bisa sampai 20–25 persen,’’ ujar Herjanto.

Jika melihat range harga mobil bekas tersebut, sebenarnya harga MPV bekas sedikit bersinggungan dengan harga mobil LCGC baru. Namun, konsumen biasanya mempertimbangkan bujet dan kesiapan unit untuk dibawa ketika Lebaran. ’’Beli mobil baru kan setidaknya menunggu dua minggu untuk pengurusan administrasi dan lain-lain,’’ jelas Herjanto.

Kapasitas angkut juga memengaruhi pilihan konsumen untuk memilih MPV 7-seater secondhand bila dibandingkan dengan sebuah city car baru. ’’Karena beli bekas, tidak sayang kalau setelah Lebaran mau ganti atau dijual lagi,’’ ucap Usman Dedi, 29, pengunjung bursa mobil bekas WTC Mangga Dua.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Bogor. Bisnis mobil bekas justru cenderung mengalami penurunan, baik itu dibandingkan periode sama di tahun lalu maupun bulan sebelumnya. Penjualan mobil bekas mengalami penurunan lebih dari 50 persen.

Seperti yang diungkapkan perwakilan diler Zhe-Rha Motor di kawasan Tajur, Kota Bogor, Arya. Diakuinya, tahun ini penjualan tidak terlalu baik dan mengalami penurunan dibandingkan Ramadan tahun lalu. “Tahun lalu itu sebelum Ramadan aja sudah banyak. Kalau sekarang, sudah dua minggu puasa masih adem-adem saja,” ujar Arya kepada Radar Bogor, kemarin (12/6).

Hal senada juga diungkapkan Royan dari Lucky Motor di kawasan Tajur. Menurutnya, penjualan tetap ada meskipun tidak terlalu ramai. “Walaupun ada penjualan, keuntungannya tidak terlalu besar,” akunya.

Hal yang sama juga disampaikan pengelola diler mobil bekas, Maju Jaya Motor, Nirawana, di kawasan yang sama. Menurut dia, tak hanya jumlah unit yang turun, harga jual per unitnya juga mengalami penurunan. “Total omzet yang diterima juga turun,” tambahnya.(agf/c14/noe/mer/c)