Beranda Berita Utama Teror Rem Blong Truk Semen Di Turunan Sholis Hajar 10 Mobil

Teror Rem Blong Truk Semen Di Turunan Sholis Hajar 10 Mobil

BOGOR–Sepuluh kendaraan ringsek dihantam truk tronton B 9607 SCG bermuatan semen curah, di turunan exit Tol BORR, Jalan KH Sholeh Iskandar, sekitar pukul 14.30 WIB kemarin. Truk bertonase besar itu meluncur kencang dan membuyarkan antrean kendaraan yang terjebak macet.

Mobil pertama yang ditabrak, Suzuki pikap F 8063 AP yang mengangkut keranjang berisi ayam hidup. Hantaman keras ini juga membuat seorang pedagang asongan, Haris (50), yang berada di dekat pikap terpelanting hingga terluka parah di sekujur tubuhnya.

Truk semen terus melaju dan menabrak semua kendaraan di depannya. Di antaranya, sedan Audi QS B 1046 BJS, Avanza merah B 1288 FMO, Daihatsu Sigra B 1834, Mitsubishi Light Truck F 8921 KL, Honda CRV F 1544 CI, dan Toyota Fortuner B 214 RF. Beberapa mobil sampai berguling dan terempas ke samping. Pantauan Radar Bogor, mobil Avanza merah B 1288 FMO mengalami kerusakan paling parah.

penerimaan mahasiswa-unpak-universitas-pakuan

Saksi mata, Puhun (51) mengatakan, saat kejadian ia tengah beristirahat di rumah makan, persis di depan lokasi kecelakaan. Mendengar suara kencang seperti dentuman meriam, ia langsung keluar dan mendapati sejumlah mobil dalam keadaan ringsek dan beberapa terbalik.

“Adik saya (korban atas nama Haris, red) sudah kejepit mobil ayam, di bawahnya. Mobilnya kan terbalik, keranjangnya diambil, baru adik saya diambil. Posisi adik saya lagi di tengah-tengah jalan, sedang berjualan. Adik saya jualan tahu dan Aqua,” kata dia.

Korban lainnya, Dian Mardiana (34), penumpang Avanza B 1288 FMO yang mengalami ringsek paling parah, menyebut peristiwa itu terjadi begitu cepat. Ia bersama empat anggota keluarganya hendak menuju kawasan Cimanggu dari Cikampek, Kabupaten Karawang.

“Nabrak nggak ngeh, sempet keseret, kedorong, memang lagi macet. Ditabraknya dari atas, padahal keluar tol lancar, mobil berhenti karena ketahan mobil yang di depan. Nggak ada yang luka parah, hanya lecet-lecet kena pecahan kaca,” kata dia.

Korban lain, Harun (24), sopir mobil boks pembawa peti ayam, mengaku mobilnya yang pertama kali ditabrak oleh truk pengangkut semen itu. Harun saat itu dalam perjalanan menuju ke Parung dari Bekasi untuk mengambil ayam.

“Posisi semua sedang berhenti karena macet. Saat truk mendekat, sempat terdengar suara rem angin truk. Mungkin remnya gak sampai, jadi langsung nabrak kita, keras dari belakang,” ungkapnya.

Mobil Harun ikut terseret truk dan terlempar ke samping. Truk semen masih melaju dan menabrak mobil lain. “Saya langsung banting setir ke kanan karena posisi mobil saya ada di sebelah kiri jalan, dan mobil truk itu terus jalan lurus menabrak mobil-mobil lain,” ujarnya.

Setelah membanting setir, mobil Harun sempat terguling ke kiri sebanyak satu kali. Meski demikian, ia mengaku, tidak ada penum­pangnya yang luka serius. Penumpang yang duduk di tengah, Syahrul (18), hanya mengalami memar di bagian kaki. “Bos saya duduk di dekat pintu sebelah kiri. Cuma ada tukang tahu ketimpa, langsung dilarikan ke rumah sakit,” tukasnya.

Sementara itu, sopir truk semen B 9607 SCG, Kelana (34) mengaku, sesaat sebelum turunan Tol BORR, rem truk tidak ada sama sekali. Padahal sebelumnya dirasa berfungsi normal. “Mau ke Yasmin, dari Sukabumi. Kalau dari Sukabumi aman-aman saja, nggak ada kendala rem. Tahu sendiri jalur Sukabumi,” sebutnya.

Di lokasi kecelakaan, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota, AKBP Bramastyo Priaji, menjelaskan dugaan sementara seperti pengakuan sopir, yakni truk semen mengalami rem blong. Sehingga setiba di turunan Tol BORR Kedungbadak, truk itu menabrak 10 kendaraan di depannya yang terjebak macet.

“Korban luka, satu pedagang, dirawat di RS Islam, beberapa luka ringan. Sopir truk tidak bisa menguasai kendaraan sehingga menabrak kendaraan lain,” jelasnya.

Bram -sapaan akrabnya- menga­takan, sopir truk kini dalam pengamanan, sementara mobil yang terlibat kecelakaan langsung dievakuasi. Truk besar tiga sumbu itu juga disebutnya dalam kece­patan normal karena me­mang melaju dari kawasan tol.

“Sementara masih dalam penyelidikan. Unsur pidana ataupun tidak, hasil penyelidikan nanti dilanjut ke proses penyi­dikan. Baik pemeriksaan sopir, saksi-saksi di berita acara. Avanza merah dan Fortuner hitam yang agak parah, mobil yang tidak bisa jalan sementara ada tiga,” tandasnya.(wil/rp2/d)