Beranda Berita Utama Qatar Airways Ditolak Masuk Arab Saudi, Jamaah Ganti Maskapai

Qatar Airways Ditolak Masuk Arab Saudi, Jamaah Ganti Maskapai

Pesawat Qatar Airways mengudara (Qatarairways.com)

BOGOR–Larangan pesawat Qatar Airways masuk ke Arab Saudi sempat memicu kecemasan penyelenggara umrah di Indonesia. Sejumlah biro perjalanan yang langganan menggunakan maskapai tersebut harus memutar otak.

“Dampaknya buruk bagi kami, gimana caranya tetap operasional perjalanan umrah terjaga,” ujar pemilik Al Baasith Anugrah Tour & Travel, Muhammad Anugrah kepada Radar Bogor kemarin (6/6).

Dia menjelaskan, Qatar Airways telah menjadi rekanan para pengusaha biro perjalanan umrah dan haji sejak lama. Sebagian besar pengusaha biro perjalanan banyak yang menggunakan maskapai tersebut dengan berbagai alasan. Salah satunya, harga dan pelayanan yang ditawarkan cukup bersaing.

universitas nusa bangsa bogor

“Jujur saja, para pebisnis biro perjalanan khawatir, harus seperti apa? Apalagi, selama satu tahun ke depan ada jamaah yang sudah direncanakan menggunakan Qatar Airlines. Dengan ada masalah ini terpaksa harus mengganti lagi,” keluhnya.

Dirinya juga khawatir terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap biro perjalanan umrah. Belum lagi imbas dari permasalahan di Timur Tengah, akses ke Masjidil Aqso harus seizin Mesir. Apalagi saat ini sejumlah titik tujuan di Madinah, Jedah, Riyad dan Abudabi juga dilarang. “Penerbangan domestik saja tidak sesuai harapan dan janji. Sementara kami tetap harus mencari maskapai pengganti,” tukasnya.

Wakil Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh) Muharom Ahmad menjelaskan, sejak pelarangan sampai kemarin sore ada tiga penerbangan Qatar Airways rute Jakarta–Saudi. Dari ketiga penerbangan itu, Muharom memperkirakan jumlah jamaah umrah mencapai 150 orang. Dia menuturkan, pihak Qatar Airways cukup bertanggung jawab dengan mengalihkan penumpang umrah ke maskapai lain yang setara.

’’Yang saya pantau ada yang dipindah ke Garuda,’’ jelasnya. Termasuk jamaah haji yang pulang dari Jedah atau Madinah menuju tanah air, juga dipindah ke maskapai lain. Semula mereka bakal pulang ke Indonesia menggunakan Qatar Airways. Seluruh proses pemindahan penumpang ini ditangani penuh oleh Qatar Airways. Jamaah maupun pengelola travel umrah tidak dibuat repot.

Sementara untuk keberangkatan umrah hari ini (7/6) dan selanjutnya, Muharom mengatakan, Qatar Airways memberikan beberapa opsi. Yaitu dengan dialihkan ke maskapai lain atau pengembalian uang (refund). Muharom menjelaskan Qatar Airways menjanjikan proses pengembalian uang secepatnya.

Muharom mengatakan, hampir seluruh travel umrah memilih mekanisme pengembalian uang. ’’Lebih baik kita pesan sendiri ke maskapai lainnya,’’ tuturnya. Dia menjelaskan, pengelola travel tidak ingin mengambil risiko mengandalkan upaya dari Qatar Airways.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terus memantau perkembangan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dengan Qatar. Dia menjelaskan, Kemenag belum bisa mengambil sikap khusus terkait memanaskan hubungan kedua negara. Dia berharap urusan luar negeri kedua negara tidak sampai memengaruhi ibadah umrah maupun haji khusus.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan jamaah umrah yang terdampak Qatar Airways tetap bisa terlayani. Dia sudah menugasi Dirjen Perhubungan Udara untuk berkoordinasi dengan Kemlu. ”Kemlu menyatakan satu yang harus diselesaikan adalah urusan jamaah umrah, baik yang ada di Jakarta maupun di Saudi,’’ ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin.

Solusi sudah didapatkan, yakni dengan mengalihkan penerbangan yang sebelumnya menggunakan Qatar Airways. ”Kemarin dipindahkan ke Saudi (Airlines), yang hari ini dipindahkan ke Garuda,’’ lanjut mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu. Begitu pula penerbangan jamaah umrah dari Saudi yang sebelumnya menggunakan Qatar Airways, sudah disepakati untuk dipindahkan ke Garuda, Saudi Arabian, dan Turkey Airlines.

Disinggung mengenai kemungkinan jamaah dibebani biaya tambahan atas pemindahan itu, Budi Karya menjamin tidak ada penambahan apa pun. ”Nggak ada (penambahan biaya). Qatar konsisten (bertanggung jawab),’’ tambahnya.(ded/jpg)