Beranda Metropolis Perbaikan Jembatan Loji Terkendala Dana

Perbaikan Jembatan Loji Terkendala Dana

TAK KUNJUNG DIPERBAIKI: Jembatan Loji terancam ambruk karena tergerus banjir.

BOGOR–Warga Kelurahan Loji, tampaknya, harus bersabar untuk menantikan jembatan yang menghubungkan Kampung Sirnagalih dan Kampung Pagentongan diperbaiki. Pasalnya, laporan yang dibuat aparatur wilayah belum sampai ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor. “Saya juga belum ada informasi terkait itu. Belum ada laporan dari kelurahan ataupun kecamatan,” ujar Kepala Seksi Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas PUPR Kota Bogor, Andi Siswandi kepada Radar Bogor.

Andi mengaku belum mengetahui seberapa parah kerusakan yang dialami jembatan yang berloksi di RT 02/06, Kelurahan Loji, tersebut. Padahal, jembatan tersebut ambruk sudah hampir satu pekan, yakni Jumat (25/5). “Mekanismenya dari kecamatan lapor ke dinas, terus nanti kami survei. Mungkin baru besok surveinya, walaupun belum dapat dari kelurahan atau kecamatan,” terangnya.

Pihaknya belum mengetahui kapan jembatan tersebut baru bisa diperbaiki. Jika kerusakannya tidak parah, menurutnya, dana perbaikannya bisa dianggarkan melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) perubahan. ”Tetapi kalau kerusakannya parah, baru bisa dianggarkan pada 2018, dan diperbaiki pada tahun selanjutnya,” kata Andi.

universitas ibn khaldun bogor uika

Sementara itu, Camat Bogor Barat Pupung W Purnama mengaku, sudah membuat laporan ke Dinas PUPR Kota Bogor. Menurutnya, kecamatan tidak memiliki dana untuk memperbaiki kerusakan yang dinilainya cukup parah. “Saya juga belum tahu apakah bisa diperbaiki tahun ini. Itu kan anggarannya dari Dinas PUPR,” katanya.

Untuk itu, pihaknya kini hanya bisa melakukan penanganan sementara. Dia mengimbau agar warganya tidak dulu melintasi jembatan tersebut, meski belum sepenuhnya ambruk. Tak hanya itu, pihaknya juga merangkul warga sekitar untuk kerja bakti bersama menangani kerusakan-kerusakan yang masih bisa diperbaiki.

“Sementara, jembatan tersebut jangan dulu dilewati oleh warga. Kemudian, kita perlu kerja bakti untuk perbaikan yang sebisanya saja. Kalau perbaikan menyeluruh kan perlu anggaran yang lumayan,” tandasnya. (cr3/c)