Beranda Metropolis Cari Harta Karun lewat Ular Tangga

Cari Harta Karun lewat Ular Tangga

ANTUSIS: Anak-anak sekolah begitu antusias bermain Selendank ditemani para mahasiswa IPB.

Selendank, Permainan Pencegah Kekerasan Seksual

Maraknya kasus kejahatan seksual pada anak akhir-akhir ini, menimbulkan keprihatinan lima mahasiswa Departeman Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajeman (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka pun menciptakan permainan edukasi unik untuk menangkal aksi kejahatan seksual.

Laporan : Wilda Wijayanti

Citra Atrina Sari, Risyda Aulia, Ixananda Arcedia Renzy, Aris Kristianto, dan Sabri Rahman Siregar membuat suatu terobosan anyar dengan membuat permainan edukasi bernama Selendank atau Snakes and Ladder Education Game for Kids. Permainan ini dibuat dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Dosen Pembimbing tim PKM Selendank IPB, Salahuddin El Ayyubi menjelaskan, materi pendidikan seksual pada anak ini dikemas dengan unik, sederhana, dan menyenangkan dalam bentuk permainan ular tangga. “Tim PKM sudah mempraktikkan permainan Selendank ini di SDN Bondongan, Kota Bogor. Dalam permainan ini, para siswa sendiri yang menjadi pemain aktif dalam papan permainan yang didesain seluas 4,6 x 5,8 meter,” katanya.

Kemudian, jelas Salahuddin, para siswa diberikan tayangan video singkat tentang pendidikan seksual, agar menambah pengetahuan untuk menjaga diri sesaat sebelum bermain. Materi pendidikan seksual yang ringan dikemas dalam amplop di setiap kotak dan para siswa didampingi saat membaca materi tersebut.

“Keunggulan lainnya ialah terdapat harta karun di beberapa kotak untuk menambah keseruan permainan. Harta karun ini bisa menguntungkan atau merugikan. Misalnya, pemain mendapat bonus satu kali lagi untuk melempar dadu, atau ada juga harta karun yang berisikan pemain harus mundur beberapa langkah, dan sebagainya,” papar dia.

Setiap kotak pada papan permainan didesain berwarna-warni dan terdapat gambar pakaian adat serta rumah tradisional berbagai provinsi di Indonesia. Hal ini untuk senantiasa mengingatkan anak-anak agar mencintai budaya Indonesia yang beraneka ragam.

“Selain itu, nama-nama provinsi dituliskan dalam bahasa Inggris. Nah, ini juga untuk mengajarkan dan membiasakan anak-anak berbahasa Inggris, terutama di dunia yang semakin modern ini. Respons anak-anak sangat positif dan antusias, mereka merasakan keceriaan, tetapi sarat dengan materi-materi penjagaan diri dari kejahatan seksual,” pungkasnya.

Dengan permainan Selendank ini, diharapkan angka kejahatan seksual pada anak berkurang, serta bisa melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan sejak dini tentang bahaya kejahatan seksual. “Tim PKM Selendank IPB juga berencana mengadakan sosialisasi dan pembinaan kepada orang tua murid dan kelompok ibu PKK masyarakat sekitar. Supaya, edukasi ini tidak hanya berhenti pada anak, tapi perlu juga diketahui oleh orang tua,” tukasnya.

Dia berharap, program ini dapat diaplikasikan di sekolah lain di Kota Bogor bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor. Program ini juga diharapkan bisa dirasakan manfaatnya di seluruh Indonesia sebagai upaya preventif kejahatan seksual pada anak.(*/c)