Beranda Bogor Raya Dewan Kritisi BUMD

Dewan Kritisi BUMD

CIBINONG-Pemerintah Kabupaten Bogor berharap badan usaha milik daerah (BUMD) dapat mendongrak pendapatan asli daerah (PAD). Dari total PAD sebesar Rp2,2 triliun, lima BUMD hanya menyumbang 1,7 persen atau Rp37,5 miliar.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Hendrayana pun menyoroti sejumlah BUMD yang minim kontribusi. Ia menilai, PT PPE saat ini masih berkutat dengan urusan internal yang harus dibenahi.

“Memang harus digenjot, PT PPE itu kan berdiri pada 2011 lewat Perda Nomor 3 Tahun 2011. Nah, mereka baru bergerak satu tahun berikutnya atau 2012. Jadi, selama 2012, 2013, dan 2014 belum banyak bergerak,” bebernya.

Hendrayana menegaskan, bagaimana pun BUMD yang dibentuk dan diberi penyertaan modal diharapk an dapat menggerakkan ekonomi masyarakat yang berimbas pada meningkatnya daya beli masyarakat.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bogor, Rustandi mengatakan, bank bjb dan PD Pasar Tohaga diproyeksikan naik sepanjang tahun ini.

Menurutnya, bank bjb diprediksi menyumbang PAD Rp48,7 miliar. Sedangkan, PD Pasar Tohaga sebesar Rp1,8 miliar akhir tahun ini.

“Saya bel um dapat menghitung berapa kenai kannya. Sebelumnya,
bank bjb telah me nyumbang Rp46,4 miliar, naik sedikit, tapi cukup menggemb irak an. Lalu, PD Pasar Tohaga sebelumnya menyum bang Rp652 juta,” ujar mantan kepala BPKAD Kabupaten Bogor tersebut.

Rustandi menambahkan, untuk PT Sayaga Wisata dan PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) masih stagnan dan minim kontribusi. Di sisi lain, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga bakal menyumb ang PAD.

“Terakhir, sudah Rp44 miliar. Kalau PT Sayaga kan bisnis utamanya hotel tapi belum dibangun. Kalau di sektor lain, seperti travel, tidak signifikan, belum menutupi tapi bisnis sudah jalan,” tukasnya.(ded/c)