Beranda Bogor Raya Barat Utara Dewan Terkejut Lihat Fasilitas Belajar

Dewan Terkejut Lihat Fasilitas Belajar

DIALOG: Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno (tengah)
melakukan dialog dengan warga di Kampung Kebon Cau.

RUMPIN–Sekolah aman dan nyaman jadi impian. Untuk mewujudkannya, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia menyambangi Kampung Kebon Cau RT 04/08, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Rabu (24/5). Direktur Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah mengatakan, ada tiga alasan mengapa pihaknya memilih lokasi tersebut. Yakni, masuk ke dalam kawasan permukiman masyarakat adat karena lokasinya cukup terisolir dari dunia luar, pendidikan masih tertinggal, serta berada di pertengahan (bukit). “Sebenarnya tahun ini Kopel mendampingi 10 sekolah. Kebetulan beberapa sekolah lain yang kondisinya juga rusak berat dan lokasinya searah dengan Kampung Kebon Cau. Seperti, SDN Cipinang 01, terdapat tiga ruang kelas yang rusak, dan SDN Sukasari yang juga kondisinya banyak ruangan tanpa mebel,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Ia juga mengapresiasi DPRD Kabupaten Bogor, Bappeda Kabupaten Bogor, Muspika Rumpin hingga aparatur desa yang menyempatkan waktu untuk hadir. “Membu mihanguskan Indonesia tidak mesti dengan mengirim bom atom seperi Hiroshima. Cukup Anda tidak peduli pada pendidikan, maka saat itulah menuju kehancuran,” tukasnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno menuturkan, keberadaan sekolah sangat dibutuhkan. Namun, mendirikan gedung sekolah harus memiliki lahan. “Sangat mungkin jika melihat dari sisi anggaran dan memang harus kita prioritaskan. Pendidikan itu hak mereka, negara serta pemerintah berkewajiban melaksanakan,” terangnya. Ia terkejut ketika melihat situasi dan kondisi belajar karena hanya tak ada bangku, meja dan buku seadanya. Bahkan, sebelum belajar mereka harus membantu pekerjaan orang tuanya terlebih dahulu. Tapi, masyarakatnya memiliki semangat dan cita­cita yang tinggi. “Kami harus membuka ruang agar cita­citanya bisa terealisasi,” paparnya.(cr4/c)