Beranda Bogor Raya Biong dan Pungli Usik Pemilik Lahan

Biong dan Pungli Usik Pemilik Lahan

DIBANGUN: Aktivitas
pengerjaan proyek Tol Bocimi
seksi I di Desa Wates Jaya,
Kecamatan Cigombong, terus
dikebut agar selesai akhir
Desember tahun ini

CIGOMBONG-Upaya pemerintah memecah kemacetan di Jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) semakin nyata. Proyek infrastruktur yang bakal jadi solusi atasi kemacetan ini, mulai menunjukkan wujudnya.

Seperti yang terlihat di beberapa lokasi proyek, mulai dari sekitaran Jalan Rulita, Kecamatan Ciawi, hingga pembangunan Tol Bocimi di Desa Pasar Lido, Kecamatan Cigombong. Alat berat sibuk beroperasi. Sejumlah truk pengangkut semen lalu- lalang melakukan pengecoran.

Meski demikian, masih banyak permasalahan di balik pembangunan Tol Bocimi tersebut. Seperti yang terjadi di beberapa titik. Masih banyak yang belum bisa dikerjakan. Tertahannya pembangunan megaproyek Tol Bocimi pada seksi satu ini, tidak terlepas dari kasus pungli yang terjadi di Kecamatan Cigombong. Banyak pemilik bangunan ogah melepaskan lahan dan bangunannya untuk diratakan.

Selain itu, biong tanah menjadi pembebasan lahan di sejumlah lokasi menjadi lambat. Ada beberapa bidang tanah dengan status tumpang tindih. “Saya bukannya tidak mau mendukung pembangunan. Namun kemarin ada pungli. Setiap bangunan dan tanah yang masuk poyek Bocimi dimintai 15 persen dari nilai jual. Makanya saya belum menjualnya,” ujar salah satu pemilik lahan, Agus (34) kepada Radar Bogor.

Sementara itu, Kepala Desa Wates Jaya Umar Dhani menuturkan, pungli dilakukan oleh oknum staf desa terdahulu. “Kini beberapa di antaranya telah ditahan,” ucapnya.(all/c)