Beranda Bogor Raya Barat Utara Pemilik Pilih Bongkar Sendiri

Pemilik Pilih Bongkar Sendiri

Kendaraan berat membongkar sisa bangunan yang sebelumnya dilakukan oleh para pemilik tempat hiburan malam (THM) di Desa Kemang dan Pondok udik, Kecamatan Kemang, beberapa waktu lalu.

KEMANG–Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, membongkar 18 bangunan tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Kemang, kemarin (22/5).

Ada tiga titik lokasi THM yang dieksekusi, yakni Blok Kiray dan Empang di Desa Kemang serta Blok Yuli di Desa Pondok Udik. Eksekusi dilakukan petugas lantaran tempat hiburan tersebut dibangun tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).

Sebelum dibongkar petugas, para pemilik bangunan juga sudah membongkar terlebih dahulu bangunannya. Sehingga alat berat yang disediakan hanya meratakan fondasi dari THM tersebut.

universitas nusa bangsa bogor

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Herdy menuturkan, pembong­ karan tersebut merupakan tindakan terakhir. Setelah sebe­ lumnya dilakukan peneguran melalui surat peringatan hingga tiga kali, tapi pemilik THM tidak menggubris. “Untuk kesekian kalinya kami melakukan pem­ bongkaran. Hal ini membuktikan program Nongol Babat (Nobat) masih dijalankan,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Ia menambahkan, jika mereka masih membandel dengan membangun kembali usahanya, pihaknya tak segan­segan akan melakukan pembongkaran lagi. Herdy juga mengimbau kepada pemilik lahan untuk tidak lagi menyewakan kembali kepada para pengusaha THM. Bila hal itu dilakukan, maka pihaknya akan melaporkannya atas tuduhan perbuatan menyalahi hukum kepada kepolisian. “Jika para pemilik lahan tak melakukan sewa­menyewa, saya yakin THM Kemang tidak seperti sekarang. Terus menjamur walaupun sering kami bongkar,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Kemang Nana Mulyana meminta agar warga berperan aktif dalam meminimalisasi berkembang­ nya THM. “Saya akan perin­ tahkan kepada kasie trantib agar terus melakukan penga­ wasan agar aktivitas bongkar bangun tidak terus menerus terjadi,” pintanya.

Ia juga berharap agar image Kemang yang identik dengan dunia esek­esek terkikis. Padahal dulu dikenal sebagai salah satu wilayah religius. Sebab, di sana tersebar beberapa pondok pesantren.(cr4/c)