Beranda Bogor Raya Barat Utara Subuh Berjamaah Eratkan Silaturahmi

Subuh Berjamaah Eratkan Silaturahmi

PARUNG–Muspika bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parung melaksanakan Gerakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Jami Al Nurul Ihsan di Kampung Lengkong- barang, Desa Iwul, Kecamatan Parung, kemarin (21/5).

Sejak Subuh warga Bojonggede berbondong-bondong mendatangi masjid untuk melaksanakan kewajibannya. Kegiatan ini juga dihadiri para kepala desa, ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), ketua MUI tingkat desa, serta staf Kecamatan Parung.

Camat Parung Daswara Sulanjana menuturkan, pada prinsipnya Muspika dan MUI Parung konsisten melaksanakan Gerakan Salat Subuh Berjamaah yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

universitas pakuan unpak

“Kami terus menjaga kekompakan di lapangan dan juga menjaga kondusivitas agar umat Islam tetap menjaga ukhuwah Islamiah,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Dari kegiatan ini, lanjutnya, jamaah khususnya para kepala desa dapat lebih mempererat lagi tali silaturahmi untuk membangun wilayah Parung dan masyarakatnya. Apalagi saat ini menjelang Bulan Suci Ramadan sehingga menjadi momen tepat memakmurkan masjid dan musala. “Terlepas dari itu semua, saya berharap Gerakan Subuh Berjamaah ini bisa dijalankan seluruh masyarakat muslim di Kabu- paten Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Salat Subuh Berjamaah yang juga Ketua MUI Kecamatan Parung, Saari mengatakan, gerakan ini bertujuan agar menjadi sebuah gerakan masif bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Bogor.

Gerakan Subuh Berjamaah ini tidak akan berhenti sampai di situ, namun dilakukan secara rutin bahkan setiap hari di masjid-masjid terdekat. “Gera- kan Salat Subuh Berjamaah ini diharapan bisa menjadi penggerak salat wajib lainnya,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Pamegarsari Akhmad Djamaludin mengungkapkan, menyambut baik gerakan ini. Selain itu, gerakan ini juga menyampaikan pesan kepada jamaah agar tidak mudah terhasut serta terprovokasi isu sara yang belum jelas dan dapat merugikan kehidupan masyarakat, terutama dalam hal tolerasnsi antarumat.

“Saya akan terus mendukung gerakan ini. Terlebih Kecamatan Parung memiliki sembilan desa yang masyarakatnya dari berbagai suku,” pung- kasnya.(cr4)