Beranda Bogor Raya Barat Utara Produksi Beras tak Aman

Produksi Beras tak Aman

BERKURANG: Produksi padi di tingkat petani terus berkurang karena cepatnya alih fungsi lahan.

CIBINONG-Jelang Ramadan, harga kebutuhan pokok dan stok pangan di Kabupaten Bogor bakal mengalami kenaikan. Seperti biasa, untuk memini­ malisasinya, Dinas Ketahanan Pangan hanya akan melakukan operasi pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Soetrisno menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki banyak peternakan sapi. Atas dasar itu, kata dia, daging sapi yang ada disebar ke Jabodetabek. “Kebutuhan Bogor dipenuhi dulu,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, ketersediaan pangan di Kabupaten Bogor terutama beras masih mengkha­ watirkan. Sebab, kata dia, jumlah produksinya justru relatif kurang. Sehingga, terpaksa mengambil dari Karawang, Cianjur, dan Indramayu. “Kenaikan beras paling dari Rp9.000 menjadi Rp10.000,” ujar dia.

Apalagi, dua tahun lalu ada wilayah yang mengalami gagal panen akibat kemarau panjang dan banjir. Saat ini, sektor pangan jenis beras yang baru terpenuhi baru 63 persen.

Lebih lanjut ia mengatakan, kekurangan produksi ini disebabkan peralihan fungsi lahan pertanian ke perumahan dan industri. “Kami punya target dari pemerintah pusat 5­10 persen dari total yang ada, jadi lahan­lahan yang tadinya tadah hujan kita buat saluran pengairan. Cara itu dapat membuat panen dua kali,” ujar mantan kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor itu.

Dinas Ketahanan Pangan juga terus melakukan berbagai upaya, seperti sejumlah lahan tidur yang kurang produktif dapat digiring untuk ditanami tanam­tanaman produktif. “Contohnya ada di Parung Panjang dan Tenjo, lahan tidur seluas 300 hektare bisa ditanam jagung sebanyak 70 hektare,” ujar dia.

Soetrisno menambahkan, kebutuhan beras meningkat karena adanya zakat fitrah. Tetapi, daging dan ayam masih surplus. “Telur sudah mulai naik dan prediksi pertengahan Ramadan menjadi Rp25.000 per kilogram. Tapi kalau terus merangkak naik, kami beri tambahan suplai sehingga harga tidak naik drastis,” ujar dia.

Apalagi, saat ini sudah ada tim yang diketuai kapolres Bogor untuk menjamin agar tidak ada spekulan yang menimbun kebutuhan pangan. “Jadi kalau ada yang coba­coba timbun, tim Polres Bogor yang akan langsung pidanakan,” tukasnya.(ded/c)