Beranda Bogor Raya Barat Utara Berharap Bantuan Presiden

Berharap Bantuan Presiden

Kerusakan SDN Cipinang 01 Makin Parah
RUMPIN–Meski sudah menyampaikan aspirasi ke Dinas Pendidikan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, warga dan guru SDN Cipinang 01 masih berharap ada pihak lain yang peduli terhadap kerusakan ruang kelas di sekolah mereka.

Sabtu (13/5), akhir pekan lalu, warga bersama guru mengadukan hal tersebut ke media pengaduan online, Lapor, yang disediakan Kantor Staf Presiden (KSP). Mereka sangat berharap aduannya bisa ditindaklanjuti lantaran kerusakan parah yang terjadi pada tiga ruang kelas di sekolah tersebut.

Salah satu walimurid SDN Cipinang 01, Bachtiar Efendi mengatakan, laporan ini dilakukan karena tiga ruang kelas semakin hari semakin berbahaya bagi siswa. ”Seperti plafon dan balok penyangganya yang sudah berjatuhan. Genteng bocor dan sebagian lagi sudah berjatuhan. Ini sangat mengkhawatirkan,” tukasnya.

Ia menuturkan, usulan ke Pemkab Bogor sering kali dilakukan. Tapi gedung sekolah yang dibangun pada 1968 silam ini, tak kunjung mendapat kepastian renovasi. Padahal kondisinya sudah mengkhawatirkan. ”Lantai bangunan masih terbuat dari ubin, bahkan sudah bolong hingga debunya mengganggu kenyamanan anak-anak saat belajar,” tukasnya.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang guru SDN Cipinang 01 Erni Sulastri Ningsih. Laporan tersebut dilakukan setelah kegiatan acara bersama Komite Pemantau Legislatif (Kopel) tentang advokasi kondisi sekolah rusak dengan mengundang walimurid dan para siswa.

Kopel yang hadir dalam kegiatan tersebut juga sekaligus memberikan arahan seperti apa dan bagaimana cara melaporkan melalui website KSP. ”Karena kita sebelumnya tidak menge tahui website tersebut, jadi Kopel setelah acara di sekolah kami langsung menga jarkan pelaporannya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, fokus laporan masih perihal yang sama. Di antaranya atap roboh, genteng yang mulai berjatuhan di sebagian ruang kelas, dan lahan rumah dinas guru yang tak terpakai agar dibangunkan untuk ruang perpustakaan sekolah. ”Tapi belum ada respons dari sana. Karena saya cek di email masih pending,” tuturnya.

Karena laporan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan SDN Cipinang 01, jadi belum ada tindak lanjut seperti apa ke depannya. Akan tetapi, Erni akan menunggu respons dari KSP. ”Untuk laporan dan dokumentasinya masih sama seperti yang saya kirim ke Pak Wasto (Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor) dan Disdik,” pungkasnya.(cr4/c)