Beranda Bogor Raya Tiga Angkot Diganti Satu Bus

Tiga Angkot Diganti Satu Bus

CIBINONG–Konsep transportasi massal terus dibahas Pemerintah Kabupaten Bogor. Di antaranya, konversi angkutan perkotaan (angkot) menjadi bus.

Konsep tersebut dianggap bakal mengurangi kepadatan arus lalu lintas. Terlebih, penambahan jalan di pusat kegiatan wilayah (PKW) masih minim.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika mencontohkan, Cibinong dengan luas wilayah 56,2 kilometer persegi hanya memiliki panjang jalan sekitar 0,8 persen dari total luas wilayah. Idealnya, kata dia, PKW harus memiliki panjang jalan 2 persen.

“Jalan baru dengan status Kabupaten Bogor memang minim. Sedangkan jalan alternatif yang ada di perumahan dan terintegrasi dengan jalan utama masih cukup tinggi,” ujar Ajat kepada Radar Bogor.

Ia mengakui, selama ini, untuk penambahan jalan baru di luar kewenangan pemerintah daerah, pihaknya terbantu dengan jalan yang dibangun pengembang perumahan.

Lebih lanjut ia mengatakan, status suatu wilayah sebagai ibu kota harus dilihat dari berbagai aspek. Jadi, tidak hanya dari panjang jalan dan tinggi rendahnya pertumbuhan kendaraan di wilayah tersebut.

Upaya dan rencana konversi kendaraan massal menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhitungkan. “Saat ini, kami sedang merencanakan konversi angkot ke bus. Sementara ini (konsep) masih dikaji bersama dinas perhubungan dan akan dibahas secara matang,” kata dia.

Meski masih dalam pembahasan, transportasi massal tersebut nantinya memiliki dua koridor di kawasan Cibinong. “Kemungkinan, untuk mengurangi angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang ke serta dari Kabupaten Bogor,” papar Ajat.

Konversi angkot menjadi bus diharapkan bisa meminimalisasi angkot dari tiga unit menjadi satu unit bus. Secara umum, konsep transportasi tersebut tak jauh dari angkutan massal yang sudah dimiliki di Kota Bogor. Akan tetapi, untuk teknisnya masih terus dikaji bersama.

Ajat menambahkan, yang paling dekat adalah pembangunan jalan penyambung antara pintu timur GOR Pakansari dan jalan baru mengarah dari GOR Pakansari menuju Jalan Raya Bogor Jakarta.

Tak hanya itu, nantinya Jalan Lingkar LIPI pun akan menjadi tambahan. “Kami ingin memecah konsentrasi jalan tol agar tidak langsung atau hanya turun di Kota Bogor, dan masih dibicarakan dengan pemerintah pusat,” tuturnya.

Kasi Multimoda Dinas Perhubungan Kabu paten Bogor Joko Handrianto menjelas- kan, selain konversi angkot, nantinya akan disiapkan juga moda transportasi pengganti APTB.

“Trayeknya masih dalam kajian. Selain angkot yang memang sudah banyak, konversi juga untuk mendukung pengganti APTB dan JR Connexion,” ujarnya.

Sejak 2014, dishub tidak pernah lagi mengeluarkan izin trayek atau angkutan baru di Kabupaten Bogor.(ded/c)