Beranda Bogor Raya Barat Utara Atap Ambruk Jelang UN

Atap Ambruk Jelang UN

RuSaK PaRah: Bangunan kelas di SMP Satu atap 1 Tenjo ambruk karena usia kayu fondasi dan atapnya sudah lapuk, kemarin. Galuh RadaR BoGoR

TENJO–Nasib buruk menimpa SMPN Satu Atap 1 Tenjo. Ba- ngunan atap sekolah yang berlokasi di Kampung Ciomas RT 02/01, Desa Ciomas, Keca- matan Tenjo, ini roboh setelah diterpa hujan deras Rabu (3/5) dini hari.

Kepala SMPN Satu Atap 1 Tenjo, Mamay mengatakan, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh salah seorang guru matematika, Budi (30). Ia datang ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB, melihat satu ruang atap sekolah roboh.

Kemudian langsung menghubunginya melalui telepon. “Saya langsung minta foto sama dia. Kebetulan kan siswa sedang UN, jadi saya harus ambil soal juga,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin (4/5).

universitas pakuan unpak

Ia melanjutkan, ruangan tersebut memang sudah dicurigai akan roboh. Sebab, kayu-kayu penyangga atap terlihat sudah keropos serta terlalu banyak sambungan. Ditambah lagi tembok ruangan yang miring.

“Kebetulan sudah enam bulan saya kosongkan ruangan itu, bahkan saya gembok agar siswa tidak masuk ke dalam,” terang Mamay.

Untuk mengantisipasi musibah susulan, ia berinisiatif untuk mengosongkan dua ruangan di sebelahnya. Sehingga, para siswa, terutama yang sedang melaksanakan UN, bisa menye

lesaikannya dengan tenang. “Satu lokal bangunan itu untuk kelas tujuh dan delapan. Saat ini peserta UN menempati ruang kelas sembilan dan ruang aula sekolah,” tuturnya.

Ia pun menuturkan, sekolah hanya memiliki empat ruang kelas belajar, satu ruang aula serta satu bangunan berukuran 7 x 15 meter. Yang tergabung menjadi ruang kepala sekolah, ruang guru serta ruang tata usaha (TU).

Meski ada kejadian tersebut, pelaksanaan UN tetap berjalan normal. “Jadi, saat ini hanya ada dua ruangan yang digunakan untuk 33 siswa dalam melak- sanakan ujian,” ucapnya.

Mamay belum menghitung berapa total biaya untuk memperbaiki bangunan. Namun, jika ingin memperbaiki atap ruangan yang roboh, harus mengikutsertakan dua ruang di sampingnya, karena atap tiga ruangan tersebut menyatu. “Itu bangunan yang pertama kali didirikan pada 2007 silam. Sehingga atapnya masih menggunakan kayu. Sedangkan saat ini sudah keropos semua,” bebernya.

Jika ruangan tersebut belum diperbaiki secepatnya, tambah Mamay, ia akan mencari solusi agar 130 siswa, baik dari kelas tujuh hingga sembilan, dapat tetap belajar seperti biasa. “Rencananya mungkin akan menumpang dulu sementara ke SDN 03 Ciomas karena bersebelahan,” tukasnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno meminta SMP Satu Atap 1 Tenjo segera membuat laporan. Kalau sudah selesai, ia pun meminta agar prosedurnya tidak dipersulit. (cr4/c)