Beranda Bogor Raya Biaya Operasional Harus Ditekan

Biaya Operasional Harus Ditekan

CIBINONG-Hengkangnya sejumlah perusahaan dari Kabupaten Bogor karena tak sanggup bayar upah, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Seperti anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya. Menurut dia, persoalan tersebut sangat kompleks. CIBINONG-Hengkangnya sejumlah perusahaan dari Kabupaten Bogor karena tak sanggup bayar upah, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Seperti anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya. Menurut dia, persoalan tersebut sangat kompleks.

“Masalah tuntuntan kenaikan upah disebabkan karena adanya inflasi sehingga tuntutan kehidupan yang layak pun meningkat,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (3/5).

Di sisi lain, kata dia, persaingan global juga  memaksa perusahaan melakukan efisiensi biaya produksi. “Merujuk pada data 2012­2013 saja, tingkat daya saing perusahaan dari sisi efisiensi, Indonesia berada pada peringkat ke­ 120 dari 144 negara yang disurvei,” paparnya.

universitas-nusa-bangsa

Artinya, sambung dia, beban biaya perusahaan yang beroperasi di Indonesia lebih mahal ketimbang perusahaan yang beroperasi di negara­negara lain, seperti Vietnam. “Dalam konteks penanganan masalah domestik yang terkait dengan inflasi misalnya, pemerintah harus sanggup menjamin harga kebutuhan pokok murah di pasaran,” kata politisi Demokrat itu.

Sehingga, para pekerja tidak terganggu daya belinya meskipun upahnya rata­rata. Selain itu, biaya­biaya operasional mulai dari sarana infrastruktur hingga bea­ bea lainnya harus terjamin murah dan tidak panjang rantai birokrasinya agar para pengusaha pun semakin terpangkas biaya operasional di perjalanan.

“Solusinya, harus ada keseriusan dari pemerintah dalam membangun kerangka kerja yang sinergis agar persoalan­ persoalan yang menyebabkan biaya tinggi tersebut muncul. Penanganannya mesti komprehensif,” tuturnya.
Sebelumnya,  Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat mengakui, saat ini ada buruh yang terancam pengakhiran hubungan kerja (PHK). “Beberapa perusahaan di tahun ini ada yang hengkang dari Kabupaten Bogor,” ujar dia.

Selain itu, ada perusahaan dan buruh yang tengah melakukan kesepakatan penangguhan upah. Sebagian besar, alasan perusahaan yang pindah karena merasa berat untuk memberikan upah.(luc)