Beranda Bogor Raya Tebar Penghargaan, Tekan Putus Sekolah

Tebar Penghargaan, Tekan Putus Sekolah

BANGGA: Bupati Nurhayanti menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi kemarin. Diskominfo for Radar Bogor

Berbagai kegiatan dilaksanakan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Diantaranya, upacara bendera hingga pemberian penghargaan seperti yang dilakukan di Kabupaten Bogor.

Upacara Hardiknas tingkat Kabupaten Bogor dilaksanakan di Lapangan Tegar Beriman, Selasa (2/5). Kali ini, yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Bupati Bogor Nurhayanti.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional, baik pada tataran konseptual maupun manajerial. Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fondasi dan ruh pendidikan nasional,” ujar Nurhayanti.

universitas nusa bangsa bogor

Ia mengungkapkan, diperlukan penyatuan dan penyelarasan di bidang kebudayaan dan pendidikan, pembelajaran tak lagi hanya monopoli dalam ruang ruang kelas. Sehingga, proses pembelajaran tidak lagi hanya dalam ruang kelas.

Lebih lanjut Nurhayanti menuturkan, reformasi akan dilakukan dalam hal waktu belajar di satuan pendidikan, perorganisasian pelajaran dan kegiatan belajar, tugas tanggung jawab dan peran guru, serta tenaga kependidikan, termasuk reformasi sebagai manajer sekolah, komite sekolah dan juga pengawas sekolah.

“Reformasi pendidikan pada tataran aksi ditandai dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter dan Gerakan Literasi Nasional,” tuturnya.

Sejumlah insan pendidikan Kabupaten Bogor mendapatkan penghargaan dari bupati Bogor di Gedung Tegar Beriman. “Bagian yang terpenting dari aspek keteladanan tersebut adalah menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan dan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta tuntas angka melek huruf bagi penduduk berusia 15-60 tahun dan tercapainya rata-rata lama sekolah sembilan tahun,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pendidik yang baik harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan dan strategi yang efektif dan berkualitas, memiliki kewajiban, dan tanggung jawab asasi untuk membangun hubungan yang baik dengan lembaga mitra, orang tua siswa, juga warga masyarakat di lingkungan sekolah.

“Kami akan mampu menjamin perluasan kesempatan pendi- dikan di semua jenjang sekolah dan menekan angka drop out sekolah serta memberikan hara- pan akan tercapainya target rata-rata lama sekolah sembilan tahun atau 8,10 tahun pada 2018,” tambahnya.

Nurhayanti mengharapkan, tumbuh rasa kebanggaan, penghormatan, sikap keteladanan serta motivasi untuk terus meningkatkan prestasi, pengabdian, loyalitas dan dedikasi bagi pembangunan pendidikan.

Penghargaan diberikan kepada guru dan kepala sekolah berprestasi dari jenjang TK sampai SMP, guru berdedikasi tinggi tingkat nasional, lomba penulisan best practice kepala sekolah tingkat nasional tahun 2016, juara umum OSN tingkat Kabupaten Bogor.

Selain itu, guru pembelajar tingkat Provinsi Jawa Barat, OSN Mapel Matematika, IPS, IPA tingkat Kabupaten Bogor, lomba tata kelola BOS 2017, Kejuraan Nasional Institut Karate Do Indonesia, Liga Pelajar SMA Putri se-Jawa Barat, tutor Jambore PAUD tingkat Kabupaten Bogor, PAUD Berprestasi, atlet pelajar berprestasi cabang olahraga atletik tingkat ASEAN, hingga peraih emas PON 2016.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya mengatakan, momentum ini semoga menjadi pengingat bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah pintu gerbang dunia. “Kemuliaan, kesejahteraan dan kebahagiaan merupakan konsekuensi logis yang layak diterima oleh mereka yang berilmu dan berpendidikan,” tuturnya.

Anak-anak yang pintar dan cerdas, adalah aset yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. “Pengetahuan adalah jembatan untuk menye- berangi ruang-ruang peradaban dan kehidupan,” ucapnya.

Bagi pemerintah, kata dia, menyediakan fasilitas sarana prasarana pendidikan, mem- persiapkan sumber daya manu- sia yang mumpuni sekaligus menyejahterakan para guru, termasuk yang masih honorer. “Mereka adalah para pahlawan yang mutlak mendapatkan perhatian yang sepadan,” tuturnya.

Ia menambahkan, tak boleh lagi ada anak-anak yang tak sekolah, juga ruang kelas belajar rusak. “Meyakinkan warga bahwa pendidikan merupakan instrumen yang sangat penting dengan memfasilitasinya melalui pendidikan gratis harus merupakan cita-cita pemerintah yang mampu dan yakin terwujudkan,” paparnya.

Asep menuturkan, jadikan pendidikan sebagai skala prioritas pembangunan.

“Demi realisasi pemenuhan hak dasar warga yang tidak dianggap main-main, dipikir- kan dengan serius dan direa- lisasikan secara substantif,” pungkasnya.(*/ded)